Minggu, 25 Januari 2026

Keris Pandawa Cinarito Mataram Amangkurat

Keris Pandawa Cinarito Luk 5 adalah salah satu dhapur keris klasik yang sarat makna filosofi dan simbol kepemimpinan. Keris ini dikenal berkarakter halus, cerdas, dan berwibawa, sangat selaras dengan jiwa pemimpin, penasehat, maupun pribadi yang mengutamakan kebijaksanaan.

Nama Pandawa Cinarito bermakna kisah tentang Pandawa, yakni lambang lima sifat utama manusia utama: kejujuran, kesetiaan, keberanian, kecerdasan, dan pengendalian diri.

Luk 5
Melambangkan lima laku utama manusia:

budi pekerti
kesabaran
keteguhan prinsip
kecerdasan berpikir
kepemimpinan yang adil
Luk 5 sering dikaitkan dengan kepemimpinan yang tenang dan stabil.

Pamor Adeg Mrambut
Pamor Adeg Mrambut memiliki ciri garis pamor halus memanjang menyerupai rambut berdiri. Secara simbolik dimaknai sebagai:

keteguhan pendirian
konsistensi dalam usaha
daya juang yang tidak mudah goyah
Dalam dunia kerja dan usaha, pamor ini sering dimaknai sebagai simbol ketekunan dan keberlanjutan.

Latar Sejarah & Tangguh
Keris ini bertangguh Mataram Amangkurat (abad ke-17), masa di mana keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata, tetapi telah menjadi:

simbol status sosial
identitas spiritual
pusaka pribadi para bangsawan dan pejabat keraton
Pada masa pemerintahan Amangkurat, karya empu Mataram terkenal dengan:

bilah ramping dan rapi
garap halus dan berkelas
pamor tertata indah dan matang


 

Keris Sengkelat Luk 13 Mataram Amangkurat

Dhapur Sengkelat
Keris Sengkelat Luk 13 merupakan salah satu dhapur keris agung yang sangat dikenal dalam tradisi perkerisan Jawa. Keris ini identik dengan kewibawaan tinggi, kecerdasan kepemimpinan, dan kematangan batin.

Dhapur Sengkelat kerap diasosiasikan dengan tokoh-tokoh besar, bangsawan, serta pemimpin yang memiliki ketegasan sekaligus kebijaksanaan. Dipadukan dengan pamor Udan Mas Tiban, keris ini semakin bernilai tinggi baik secara budaya maupun simbolik.

Spesifikasi Lengkap Pusaka :
– Jenis Pusaka : Luk 13
– Dhapur / Bentuk : Sengkelat
– Pamor / Gambar : Udan Mas Tiban
– Tangguh / Est Era Pembuatan : Mataram Amangkurat
– Panjang Bilah : 35,5 cm
– Warangka : Ladrang Surakarta
– Bahan Rangka : Kayu Cendana Wangi
– Handle / Gagang : Kayu Tayuman
– Pendok : Blewah Mamas Kuno
– Mendak : Selut Kuningan Hias Permata

Barang sama persis seperti foto.
garansi 100% asli sepuh kuno


 

Keris Jalak Tilam Sari Brojoguno II

Dhapur Jalak Tilam Sari
Keris Jalak Tilam Sari merupakan salah satu dhapur lurus yang sangat disukai di lingkungan keraton karena memadukan kecerdasan (jalak) dengan keteduhan dan keindahan batin (tilam sari).

Makna simbolik:

Jalak → kecerdasan, kewaspadaan, ketangkasan berpikir

Tilam → alas istirahat, kenyamanan, perlindungan

Sari → inti keindahan, nilai luhur

Secara filosofis:

melambangkan pribadi cerdas dan waspada yang mampu memberi rasa aman, nyaman, dan keindahan dalam kepemimpinan maupun kehidupan sosial.

Dhapur ini sering dijadikan:

pusaka pengayom keluarga,

keris penyejuk suasana,

simbol kepemimpinan halus yang disegani tanpa kekerasan.

KERIS TANGGUH BROJOGUNO
Makna Nama Brojoguno
Secara harfiah:

Brojo berarti besi

Guno berarti berguna

Dengan demikian, Keris Brojoguno dimaknai sebagai:

sebilah keris yang dibuat dari besi pilihan yang tidak hanya kuat, tetapi memiliki kegunaan besar bagi kemaslahatan dan keselamatan manusia.

Makna ini mencerminkan filosofi empu Jawa kuno bahwa keris bukan sekadar senjata, melainkan pusaka pengayom, penuntun, dan pelindung kehidupan.

Sejarah Mpu Brojoguno
Mpu Brojoguno Sepuh adalah empu besar yang hidup dan berkarya pada masa:

Sinuhun Paku Buwono I

hingga Sinuhun Amangkurat Jawi

Beliau berasal dari Desa Kajoran, wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat empu dan pandhe besi ternama di Jawa.

Mpu Brojoguno memiliki dua orang putra:

Mpu Brojoguno II

Mpu Brojo Setika

Bersama Mpu Brojokaryo, Mpu Brojo Setika kelak menjadi mata rantai penting yang melahirkan keris-keris bertangguh Mangkubumen, khususnya pada masa Paku Buwono V.

Rentang Tangguh Keris Brojoguno
Berdasarkan garis keturunan empu dan ciri garapnya, dapat disimpulkan bahwa:

Keris Brojoguno dibuat dan berkembang dari masa PB I hingga PB V,
yakni sejak karya Mpu Brojoguno Sepuh, dilanjutkan oleh Mpu Brojoguno II, hingga generasi penerusnya.

Hal ini menjadikan Keris Brojoguno sebagai pusaka:

lintas generasi empu,

memiliki kesinambungan teknik dan filosofi,

sangat diminati kolektor keris klasik Surakarta.

Ciri Fisik Keris Brojoguno
Keris tangguh Brojoguno memiliki karakter yang sangat khas dan mudah dikenali oleh pemerhati perkerisan, antara lain:

Bilah
Panjang bilah lebih panjang dibanding keris Mataram

Ketebalan bilah hampir dua kali lipat dari Mataram

Berbentuk ngadal meteng (berisi, matang, dan padat)

Gonjo & Ricikan
Gonjo agak melengkung

Sirah cecak tidak terlalu meruncing

Gulu meled dan wetengan berukuran sedang

Kembang Kacang & Gandik
Kembang kacang nggelung wayang

Jalen dan lambe gajah ukuran sedang

Sogokan menyempit ke arah ujung

Blumbangan dangkal

Untuk versi tanpa kembang kacang, gandik tampak agak miring

Perbedaan Antar Generasi
Karya Mpu Brojoguno II → mirip karya ayahnya, namun bilah lebih pendek

Generasi selanjutnya → gonjo cenderung lebih lebar

Karakter Pamor Keris Brojoguno
Pamor pada keris Brojoguno dikenal:

rumit dan halus,

merata di seluruh permukaan bilah,

tertanam kuat dan pandes (menyatu dengan besi),

tidak mudah luntur atau “mati”.

Pamor ini mencerminkan:

penguasaan teknik tinggi serta kesabaran empu dalam proses tempa dan lipatan besi.

Aura & Karakter Pusaka
Secara visual dan rasa, Keris Brojoguno tampil:

tegas,

gagah,

meyakinkan,

berwibawa tanpa kesan kasar.

Keris ini sering dipercaya cocok bagi:

pemimpin,

tokoh berpengaruh,

pengayom masyarakat,

pribadi yang membutuhkan kestabilan dan keteguhan batin.