Minggu, 25 Januari 2026
Keris Pandawa Cinarito Mataram Amangkurat
Keris Sengkelat Luk 13 Mataram Amangkurat
Keris Jalak Tilam Sari Brojoguno II
Keris Carita Keprabon Sultan Agung
Senin, 19 Januari 2026
Keris Putut Pamor Junjung Derajat Tangguh Tuban
Keris Putut dikenal sebagai dhapur lurus sederhana, tanpa ricikan berlebihan, namun justru menyimpan kedalaman makna. Dalam tradisi perkerisan Jawa, Putut melambangkan:
kematangan jiwa,
kebijaksanaan yang tidak dipamerkan,
kekuatan batin yang stabil.
Dhapur ini sering diasosiasikan dengan:
tokoh tua atau matang secara batin,
pemimpin yang tidak banyak bicara namun dihormati,
pribadi yang teguh prinsip dan konsisten laku hidupnya.
Secara filosofi:
Putut adalah simbol kekuatan sejati yang lahir dari ketenangan dan kesederhanaan.
Pamor Junjung Derajat
Pamor Junjung Derajat termasuk pamor bertuah luhur, yang sejak dahulu dipercaya sebagai pamor:
pengangkat kedudukan,
peningkat kehormatan dan martabat,
pembuka jalan kenaikan pangkat, jabatan, atau status sosial.
Ciri pamor Junjung Derajat:
susunan pamor tampak naik atau terangkat,
memberi kesan mengangkat bilah ke arah atas,
tampil tegas namun tidak kasar.
Makna filosofinya:
rezeki, kedudukan, dan kehormatan yang meningkat secara bertahap dan sah.
Tangguh Tuban
Tangguh Tuban merupakan salah satu tangguh tua yang berkembang di wilayah pesisir Jawa Timur, beririsan kuat dengan budaya Majapahit akhir.
Ciri khas keris tangguh Tuban:
bilah relatif tebal dan berisi,
besi tua dengan aura kuat,
pamor tegas dan berkarakter,
kesan wibawa, stabil, dan berani.
Keris Tuban dikenal sebagai:
pusaka kaum pemimpin,
senjata para panglima dan bangsawan,
simbol kekuatan lahir dan batin.
Keris Carita Keprabon Mataram Sultan Agung
Keris Carita Keprabon termasuk dhapur keris yang bernilai simbolik tinggi. Kata:
Carita → kisah, perjalanan, riwayat
Keprabon → kerajaan, istana, pusat kekuasaan
Makna filosofisnya:
pusaka yang melambangkan perjalanan hidup seorang pemimpin menuju puncak kekuasaan yang sah dan bermartabat.
Dhapur ini sejak dahulu:
identik dengan lingkungan keraton,
sering dikaitkan dengan pejabat tinggi dan bangsawan,
melambangkan kewibawaan yang diperoleh melalui proses, bukan paksaan.
Luk 11
Jumlah luk 11 dikenal sebagai luk yang paling seimbang dan disukai:
mencerminkan keteguhan pendirian,
kemampuan memimpin dan mengendalikan situasi,
keseimbangan antara kekuatan dan kebijaksanaan.
Secara spiritual Jawa, luk 11 melambangkan:
pemimpin yang mantap langkahnya, tidak mudah goyah, dan dihormati lingkungan.
Pamor Wos Wutah
Pamor Wos Wutah (beras tumpah) adalah pamor favorit lintas zaman karena maknanya yang sangat positif.
Makna pamor Wos Wutah:
rezeki berlimpah dan berkesinambungan,
kemakmuran yang menyebar,
kesejahteraan bagi keluarga dan pengikut,
berkah dalam jabatan dan usaha.
Visual pamor:
butiran pamor menyebar alami,
tidak kaku dan tidak dibuat-buat,
mencerminkan kelimpahan yang datang dari banyak arah.
Tangguh Mataram Sultan Agung
Masa Sultan Agung Hanyakrakusuma adalah puncak kejayaan Mataram Islam dan sekaligus masa emas perkerisan Jawa.
Ciri khas keris tangguh Sultan Agung:
bilah berisi, kokoh, dan proporsional,
garap matang dan berwibawa,
pamor tegas namun harmonis,
aura agung, teduh, dan berkuasa.
Keris pada masa ini bukan sekadar senjata, tetapi:
simbol kedaulatan,
legitimasi kekuasaan,
pusaka spiritual raja dan bangsawan.
Keris Jalak Tilam Sari Brojoguno II
KERIS TANGGUH BROJOGUNO
Makna Nama Brojoguno
Secara harfiah:
Brojo berarti besi
Guno berarti berguna
Dengan demikian, Keris Brojoguno dimaknai sebagai:
sebilah keris yang dibuat dari besi pilihan yang tidak hanya kuat, tetapi memiliki kegunaan besar bagi kemaslahatan dan keselamatan manusia.
Makna ini mencerminkan filosofi empu Jawa kuno bahwa keris bukan sekadar senjata, melainkan pusaka pengayom, penuntun, dan pelindung kehidupan.
Sejarah Mpu Brojoguno
Mpu Brojoguno Sepuh adalah empu besar yang hidup dan berkarya pada masa:
Sinuhun Paku Buwono I
hingga Sinuhun Amangkurat Jawi
Beliau berasal dari Desa Kajoran, wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat empu dan pandhe besi ternama di Jawa.
Mpu Brojoguno memiliki dua orang putra:
Mpu Brojoguno II
Mpu Brojo Setika
Bersama Mpu Brojokaryo, Mpu Brojo Setika kelak menjadi mata rantai penting yang melahirkan keris-keris bertangguh Mangkubumen, khususnya pada masa Paku Buwono V.
Rentang Tangguh Keris Brojoguno
Berdasarkan garis keturunan empu dan ciri garapnya, dapat disimpulkan bahwa:
Keris Brojoguno dibuat dan berkembang dari masa PB I hingga PB V,
yakni sejak karya Mpu Brojoguno Sepuh, dilanjutkan oleh Mpu Brojoguno II, hingga generasi penerusnya.
Hal ini menjadikan Keris Brojoguno sebagai pusaka:
lintas generasi empu,
memiliki kesinambungan teknik dan filosofi,
sangat diminati kolektor keris klasik Surakarta.
Ciri Fisik Keris Brojoguno
Keris tangguh Brojoguno memiliki karakter yang sangat khas dan mudah dikenali oleh pemerhati perkerisan, antara lain:
Bilah
Panjang bilah lebih panjang dibanding keris Mataram
Ketebalan bilah hampir dua kali lipat dari Mataram
Berbentuk ngadal meteng (berisi, matang, dan padat)
Gonjo & Ricikan
Gonjo agak melengkung
Sirah cecak tidak terlalu meruncing
Gulu meled dan wetengan berukuran sedang
Kembang Kacang & Gandik
Kembang kacang nggelung wayang
Jalen dan lambe gajah ukuran sedang
Sogokan menyempit ke arah ujung
Blumbangan dangkal
Untuk versi tanpa kembang kacang, gandik tampak agak miring
Perbedaan Antar Generasi
Karya Mpu Brojoguno II → mirip karya ayahnya, namun bilah lebih pendek
Generasi selanjutnya → gonjo cenderung lebih lebar
Karakter Pamor Keris Brojoguno
Pamor pada keris Brojoguno dikenal:
rumit dan halus,
merata di seluruh permukaan bilah,
tertanam kuat dan pandes (menyatu dengan besi),
tidak mudah luntur atau “mati”.
Pamor ini mencerminkan:
penguasaan teknik tinggi serta kesabaran empu dalam proses tempa dan lipatan besi.
Aura & Karakter Pusaka
Secara visual dan rasa, Keris Brojoguno tampil:
tegas,
gagah,
meyakinkan,
berwibawa tanpa kesan kasar.
Keris ini sering dipercaya cocok bagi:
pemimpin,
tokoh berpengaruh,
pengayom masyarakat,
pribadi yang membutuhkan kestabilan dan keteguhan batin.
Jumat, 26 Desember 2025
Keris Tilam Sari Kinatah Emas Makoro PB XI
Kamis, 25 Desember 2025
Keris Carang Soka Pamor Pancuran Mas Pajajaran Kuno
Selasa, 23 Desember 2025
Keris Panji Anom Kinatah Emas Mataram
- gandhik polos
- ada-ada tegas
- gusen rapi
- tikel alis jelas
- sogokan rangkap
- dilengkapi sraweyan dan greneng
- Panji bermakna lambang, pataka, atau simbol kebesaran dan perjuangan.
- Anom berarti muda.
- berani menghadapi tantangan hidup
- ulet dalam perjuangan
- tidak kehilangan nilai dan etika
- serta siap menjadi panji atau teladan bagi lingkungannya
- kemuliaan
- keagungan
- kekuasaan yang beretika
- serta penguatan doa dan tuah pusaka
- bangsawan
- pejabat keraton
- atau keris yang dipersiapkan sebagai pusaka kehormatan
- Menunjukkan kematangan tempa besi dan baja.
- Menandakan presisi dan kesempurnaan garap bilah.
- Tidak bergantung pada keindahan pamor visual.
- ketulusan
- keikhlasan
- pengendalian diri
- dan kematangan jiwa sang Empu
- garap rapi dan halus
- proporsi seimbang
- aura wibawa yang tenang, tidak meledak-ledak
- kepemimpinan
- pengayoman
- dan kekuatan yang dikendalikan oleh kebijaksanaan
- memperlancar rezeki dan jalan hidup
- menumbuhkan wibawa dan kepercayaan diri
- memperkuat tekad dan keteguhan batin
- menjaga martabat dan etika pemiliknya
- menjadi piyandel dalam menghadapi hidup yang penuh ujian
Minggu, 21 Desember 2025
Keris Sempana Bungkem Pajajaran
- Mata
- Telinga
- Hidung
- Mulut
- Kemaluan
- Saluran pembuangan
- Pikiran
- Hati
- Rasa (jiwa terdalam)
- lebih jernih dalam berpikir,
- lebih bijak dalam bertindak,
- lebih selaras dengan alam dan semesta,
- serta lebih dalam menjalani perannya sebagai manusia.
- Wengkon berarti bingkai atau pagar.
- Isen berarti isian.
- pembuka jodoh,
- pelaris alami,
- Tarumanegara
- Galuh
- Kawali
- Sunda
- saling mengasah pengetahuan,
- saling mengasihi,
- saling menjaga.
Keris Brojol Kinatah Rerajahan Tuban
- kalangan rakyat,
- bekal awal bagi mereka yang baru memasuki fase kedewasaan,
- atau pusaka laku bagi orang-orang yang sedang menata batin.
- pembuka jalan hidup,
- penuntun awal laku,
- Wengkon berarti bingkai atau pagar.
- Isen berarti isian.
- perlindungan dari mara bahaya,
- penangkal penyakit dan nasib buruk,
- penjaga dari kejadian tak terduga.
- awal penciptaan,
- ketauhidan,
- keteguhan iman.
- menguatkan batin,
- menahan godaan duniawi,
- menjaga moral dan laku hidup.
- kemantapan langkah,
- kecermatan membaca keadaan,
- ketekunan dalam usaha.
- lebih ulet dan sabar,
- tidak grusa-grusu,
- mampu menjaga stabilitas hidup di tengah perubahan.
- keberanian yang berakar pada iman,
- ketegasan yang tidak membabi buta,
- keberpihakan pada keadilan.
- bersikap benar,
- melawan kesewenang-wenangan,
- tetap tegak meski menghadapi tekanan.
- perlindungan dari musibah mendadak,
- penolak balak,
- penjauh dari energi negatif.
Sabtu, 20 Desember 2025
KERIS PAMOR UDAN MAS ASLI
Jumat, 19 Desember 2025
Keris Pasopati Tangguh Mangkubumen Garap Dalem
.png)
Rabu, 17 Desember 2025
Keris Tilam Sari Pamor Tejo Kinurung Tangguh PB Sepuh
- Memelihara sikap positif
- Menjauhi perbuatan tercela
- Menata niat dan tujuan hidup
- Garis horizontal di gonjo
- Menyatu ke sor-soran
- Memanjang lurus hingga pucuk bilah
- Tejo: cahaya, pencerahan, nurani
- Kinurung: dijaga, dilindungi, dipelihara
- Pemimpin dan pejabat publik
- Aparat pemerintahan
- Militer dan kepolisian
- Tokoh masyarakat
- Siapa pun yang mengemban tanggung jawab besar
- Warna besi abu-abu kehijauan
- Rabaan halus, tanda pengerjaan matang
- Bilah tebal dan gagah, kandungan baja tinggi
- Pamor adem, hidup, tidak mencolok
- Pawakan mbangkek (berpinggang khas Surakarta)
- Ukuran lebih panjang dari standar (± 37 cm)
- Ujung bilah mbuntut tuma
- Bagian tengah melebar seperti daun pohung
- Gonjo melengkung dengan tungkakan khas Solo
Selasa, 16 Desember 2025
Keris Jalak Ngore Pamor Segoro Muncar HB Sepuh
- rajin bekerja tanpa putus asa
- cermat membaca peluang
- sabar menghadapi rintangan
- tidak lupa tujuan utama: kesejahteraan keluarga dan ketenteraman jiwa
- kelancaran usaha
- keterbukaan jalan rezeki
- kemudahan menjalin relasi
- kemampuan bertahan dalam situasi sulit
- ketekunan
- kebijaksanaan dalam bergaul
- kerendahan hati
- kesiapan menerima perubahan
- kekuatan militer kraton dipangkas
- kepemilikan senjata diawasi ketat
- pasukan kraton dibatasi fungsinya
- peran militer berubah menjadi simbolik
- bentuk sederhana dan proporsional
- dedeg tidak terlalu panjang
- pawakan sembodo (sepadan)
- tidak ngadal meteng seperti Surakarta
- tidak berlebihan dalam garap













.jpg)
