Keris Sambada berasal dari kata sambadya: cukup, terpenuhi, genap. Dhapur Sambada termasuk salah satu pakem luk 3 klasik dengan ricikan:
- Sekar kacang pogog
- Jalen
- Lambe gajah 1
- Sogokan tipis
- Greneng
- Tikel alis (umumnya halus)
Membawa doa agar pemiliknya mencapai:
- Kecukupan dalam rezeki (cukup tetapi tidak berlebih)
- Keseimbangan dalam sikap
- Kemampuan mengambil keputusan dengan jernih
- Wibawa tanpa kesombongan
- Dalam tatanan kepemimpinan, Sambada adalah simbol:
- pemimpin yang memenuhi kebutuhan rakyatnya, bukan ambisinya sendiri.
PAMOR RON GENDURU SINEBIT – PAMOR KELAS TINGGI
Pamor Ron Genduru terinspirasi dari daun pakis (paku-pakuan), yang dalam budaya Jawa adalah simbol:
- Ketahanan
- Pertumbuhan terus-menerus
- Keselarasan dengan alam
Kenapa disebut Sinebit?
Sinebit berarti ditutupi sebagian, pamornya tampak sebagian, sebagian lain tersembunyi.
Maknanya:
- Kekuatan besar tidak perlu diumbar
- Ilmu tinggi tetap dibalut kerendahan hati
- Energi perlindungan yang bekerja diam-diam
Ciri pamor asli empu Blambangan:
- Tampak ngawat (berurat halus)
- Pandes (bilah terasa padat & keras)
- Landhep (ketajaman karakter)
- Motif miring dengan kematangan tempa yang tinggi
Ini adalah pamor rekan tingkat mahir, tidak setiap empu bisa menempa dengan presisi semacam ini.
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar