Tangguh Majapahit Pesisiran – Tuban
Tuban adalah kota pelabuhan besar Majapahit, tempat bertemunya para pedagang Arab, Gujarat, Tiongkok, hingga kerajaan-kerajaan Nusantara. Sejak era Singasari, pelabuhan ini menjadi pintu utama jalur sungai Bengawan Solo dan Brantas. Daerah pesisir melahirkan karakter masyarakat yang terbuka, lugas, praktis, dan tegas. Kepribadian itu tercermin dalam keris Tuban.
Ciri Khas Keris Tuban (Majapahit – Pajajaran – Jenggala – Mataram)
Walau dibuat di era berbeda, keris Tuban hampir selalu memiliki ciri yang sama:
- Panjang bilah normal
- Panjang gonjo ± 6 cm
- Pejetan sempit
- Gandhik tegak / tidak mboto rubuh
- Bilah nglimpo / agak lebar
- Kepala gonjo buweng / perut mbathok mengkurep
- Buntut gonjo nguceng mati
- Rata-rata lurus / tanpa greneng
- Mayoritas berdhapur Tilam Upih, Tilam Sari, dan Brojol
- Pamor mlumah
Keris Tuban jarang yang ber-luk, karena masyarakat pesisir lebih suka desain fungsional, lugas, dan tidak bertele-tele. Inilah karakter yang membedakan keris Tuban dari keris-keris pedalaman seperti Pajajaran atau Mataram.
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar