Keris Kuno Murah
Mahar : 750.000
Keris Kuno Murah saat ini sudah sangat jarang didapatkan, karena memang keberadaanya tidak bertambah dan justru berkurang.
Faktor usia dan kelangkaan itulah yang menjadikan semakin sedikit dan
naiknya mahar keris. Namun salah satu koleksi kami yang hendak kami
lepas ini masih terjangkau, agar dapat sebagai sarana pembelajaran bagi
masyarakat yang belum paham.
Keris rojogundolo, terdapatnya sebuah pamor membentuk menyerupai sosok tertentu baik manusia, binatang dan lain sebagainya.
Pada keris ini terlihat jelas nampak seorang yang menggendong anak
bayinya, sangat cocok sesuai dengan filosofi keris brojol yang berarti
brojol atau keluar.
- Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol
- Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Rojogundolo (ibu menggendong anak )
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 16 Masehi
- Panjang Bilah :28 cm
- Warangka : Gayaman Jogja Kayu Timoho Kuno
- Handle / Gagang : Kayu Sono Keling
- Pendok : Blewah Kuningan
- Mendak : Kuningan
- Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823
Keris adalah warisan budaya adi luhung yang harus kita jaga dan dirawat
Sebagai generasi penerus tentu harus bangga terhadap warisan budaya yang telah di akui dunia.
Mari Kita cinta Budaya Negeri sendiri
Keris Tangguh Mataram
Pada umumnya, keris mataram terbagi menjadi tiga dengan ciri khas
masing-masing. Tiga macam keris tangguh mataram yaitu keris mataram
Senopaten, keris mataram Sultan Agung, dan keris mataram Amangkuratan.
Perbedaan ciri khas yang pertama dilihat dari pasikutannya.
Pasikutan keris mataram senopati yaitu prigel dan sereg, mataram
sultan agung yaitu serasi dan enak dilihat, sedangkan mataram
amangkuratan yaitu galak.
Kedua, dilihat dari besinya, keris mataram senopati memakai hitam
kebiruan, sedangkan keris mataram sultan agung dan amangkuratan besinya
mentah, tidak begitu baik dalam proses tempaan. Ketiga, pamor dari
mataram senopaten yaitu pandes lan ngrawat, mataram sultan agung yaitu
mubyar, sedangkan pamor dari mataram amangkuratan yaitu tangguh.