Keris Langka Madura Tua Empu Koso
Mahar : 7.777.700
- Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol ( Kinatah Emas Murni )
- Pamor (motif lipatan besi) : Jung Isi Dunya (Pamor Langka)
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Madura Sepuh Empu Koso
- Panjang Bilah : 35 cm
- Pesi masih utuh panjang original tidak sambungan
- Warangka : Kayu Timoho Gayaman Yogyakarta Kuno
- Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno Garap Tembus
- Pendok : Bunton Jogjakarta Bahan Tembaga
- Mendak: Tembaga
- Kode: K155
- Informasi dan Pemesanan hubungi 0822-3591-7823
Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
Dhapur Brojol Kinatah Lafadz Allah dan Muhammad
Dhapur Brojol bilahnya tipis, rata dan biasanya merupakan keris kuno.
Pejetan yang ada di bagian pangkal bilah hanya samar-samar saja.
Gandiknya polos dan tipis. Kadang-kadang memakai ganja iras.
Kadang-kadang pula pada bilahnya ada lekukan-lekukan dangkal, seolah
lekukan itu bekas pijitan jari tangan.
Yang unik dari keris brojol satu ini adalah kinatah Lafadz emas murni
langka yang menyiratkan sebuah keagungan Allah sang pemilik jagad raya.
Sangat selaras dengan simbolisasi dhapurnya yang memaknai sebuah fitrah
manusia dan kemana manusia itu akan kembali. Melalui utusannya Muhammad
SAW yang menjadi rasul terakhir dan sekaligus sebagai cahaya umat dari
kegelapan jahiliyah, mengajarkan sebuah jalan-jalan hidup yang damai,
tentram dan sentosa.
Keris ini juga diperkiraan bahwa dulunya sang pemilik pusaka ini
adalah seorang ulama besar penyebar agama islam pada era madura tua
sejaman dengan kerajaan majapahit yang tidak di ketahui jelas siapakah
Beliau tersebut.
Keris Pamor Langka Jung Isi Dunya
Pamor yang menggurat pada keris ini pun juga tergolong pamor yang
langka jika terdapat dalam keris tangguh-tangguh sepuh seperti tangguh
era madura. Dan kerena langka, pamor keris ini banyak dicari oleh para
kolektor-kolektor keris.
Jung Isi Dunya adalah salah satu gambaran pamor yang tergolong pamor
mlumah (terlentang). Pamor ini bisa terletak dimana saja. Bisa di
sor-soran (bawah), tengah, atau pucuk. Bentuk gambarannya berupa
beberapa lingkaran atau bulatan-bulatan kecil berlapis, dikelilingi oleh
Iingkaran yang besar.
Kadang-kadang pamor Jung lsi Dunya terselip di antara pamor Wos Wutah
atau Ngulit Semangka, tetapi seringkali pula pamor ini berdiri sendiri.
Tuah pamor ini bagi yang percaya, adalah untuk membantu mencari
kekayaan dan rejeki.
Keris Tangguh Madura Sepuh Empu Koso
Keris-keris Madura Sepuh sejak zaman dulu berpengaruh besar terhadap
gaya dan bentuk keris-keris di Nusantara. Bentuknya gagah berwibawa,
bilah lebar dengan besi yang padat berwarna hitam kebiruan, disertai
pamor yang putih memplak, tebal dan cenderung menonjol. Inilah sedikit
gambaran umum keris Madura Sepuh, kini sudah agak jarang ditemui di
pasaran karena sudah disimpan di lemari pusaka para kolektor.
Tak mudah memang membaca keris Madura Sepuh. Namun kebanyakan orang
akan menyebut, bahwa keris Madura Sepuh adalah Karya Empu Koso.
Panafsiran gebyah uyah (pukul rata sama semua) ini sebenarnya tidak
terlalu salah, mengingat Empu Koso adalah seorang empu yang paling
terkenal di Madura dan kemungkinan besar adalah empu yang pertama kali
menyebarkan ilmu membuat keris di pulau penghasil garam itu. Empu Koso
kemudian mengembangkan bilah keris Madura dengan karakter yang khas dan
istimewa. Kekhasan pamor keris gubahan Koso adalah sifatnya yang nggajih
(seperti genangan lemak) dan garis pamornya yang tebal bertumpuk,
dengan warna putih terang yang indah, sehingga tampak kontras sekali
dengan besi dan bajanya yang hitam menawan. Bahkan di sela-sela warna
pamor yang putih memplak, pada bilah terdapat deretaan pamor akhodiyat
yang indah. Sepintas lalu pamor akhodiyat tampak seperti lelehan
logam-keperak-perakan yang putih mengkilat.
Keistimewaan pamor keris buatan Empu Koso menjadi ikon terkenal pada
keris Madura, hingga orang awam banyak menyebut keris Madura dengan
sebutan keris Koso, yang boleh jadi hanya dibuat oleh keturunan dan para
muridnya yang mengiblat pada ciri keris buatan Empu Koso. Sangat cocok
bagi mereka yang mendambakan keris Sepuh dengan karakter birawa dan
wingit.