Keris Carubuk Jaman Pengging
Keris Tangguh Pengging – Pengging masih
tetap Pengging yang sekarang menjadi Kelurahan Pengging, Kecamatan
Banyudono, Kabupaten Boyolali. Adalah nama sebuah kerajaan kuno yang
pernah berdiri di Jawa Tengah. Raffles dalam bukunya yang terkenal, “The
History of Java” mencatat keberadaan dua kerajaan pada sekitar tahun
800 M yakni Brambanan yang dipimpin oleh Baka dan Pengging, yang
dipimpin oleh Rajanya bernama Angling Dria. Pada tahun 900 M kedua Raja
ini kemudian berperang satu sama lain, dan Raja Baka mati terbunuh dalam
peperangan. Nama Pengging juga disebutkan dalam kitab Negara Kretagama
pada Pupuh XVII bait 10 yang dilokalisir dikawasan sebelah barat delta
Brantas, di daerah hulu bengawan Solo. Sementara deskripsi lokasi
keraton Pengging berdasar peneltian fragmen dan artefak seperti yang
tersebutkan pada Babad Jaka Tingkir : “bahwa makam adik ratu Pembayun
yang bernama ratu Masrara atau rara Kendat dimakamkan berada sebelah
timur kedaton Pengging”, yang ditemukan yaitu diantara makam Bodean dan
umbul Kendat (Boyolali).
Membahas mengenai tangguh Pengging dalam dunia perkerisan setidaknya
ada 2 (dua) era yang dimaksud yakni; pertama Era Pengging Hindu
(Witaradya) sebelum Majapahit dan Era Pengging sejaman Islam Demak
(Handayaningrat). Seperti halnya Madiun semasa kerajaan Pajang maupun
setelah memasuki Era Mataram, Pengging di zaman Demak juga hanya
merupakan Kadipaten namun eksis dalam tangguh perkerisan. Bambang
Harsrinuksmo dalam Buku Ensiklopedi Keris menulis Tangguh Pengging;
pasikutannya sedang, ramping garapannya rapi. Jika keris luk, luk-nya
rengkol sekali. Besinya hitam dan berkesan basah. Pamornya tergolong
kalem dan berkesan mengambang. Gonjo-nya tipis, serah cecaknya pendek.
Dari beberapa sumber juga mengatakan bahwa pengging adalah sebuah
daerah yang sekarang masuk di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali,
Jawa Tengah. Pada zaman dulu, penguasa daerah ini bernama Ki Ageng
Pengging. Nama aslinya adalah Jaka Sengara. Ia mendapat gelar
Andayaningrat atau Ki Ageng Pengging I setelah menjabat sebagai Bupati
Pengging karena telah berjasa kepada Kerajaan Majapahit.
Ki Ageng Pengging I memiliki tiga putra, anak nomor dua bernama Raden
Kebo Kenongo, yang kemudian menjadi penguasa Pengging menggantikan
ayahnya. Ia lalu dijuluki Ki Ageng Pengging II. Di kemudian hari, ia
memiliki seorang anak bernama Mas Karebet atau Jaka Tingkir. Anak inilah
yang di kemudian hari bergelar Sultan Hadiwijaya.
Itulah sebabnya, daerah Pengging termasuk salah satu wilayah yang
terkenal dan bahkan dalam Ensiklopedi Keris tahun 2004 karangan Bambang
Harsrinuksmo (halaman 365) disebutkan sebagai salah satu nama tangguh
dalam dunia perkerisan di Jawa.
Menurut buku Ensiklopedi Keris, senjata keris atau tombak tangguh
Pengging biasanya punya luk yang amat rengkol, yakni kekuatannya amat
dalam dibanding dengan luk keris pada umumnya. Besinya pada umumnya
matang tempaan dan mempunyai kesan “lumer pandes” pamornya. Artinya,
pamor yang tampak seolah tertanam kuat (seolah tertancap) pada bilah
keris, dan teksturnya halus ketika diraba, tetapi jelas penampakannya.
Ciri Ciri Keris Tangguh Pengging pasikutannya sedang ramping,
garapannya rapi, Jika keris luk, luknya rengkol sekali. Besinya hitam,
berkesan basah. Pamornya bersahaja, lumer pandes. Gulu melednya panjang.
Contoh Keris Tangguh Pengging
- Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carubuk
- Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Ceprit Ceprit
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pengging Madya
- Panjang Bilah : 34 cm
- Pesi masih utuh panjang original
- Warangka : Kayu Jati Ladrang Surakarta
- Handle / Gagang : Kayu Jati
- Pendok : Bunton Surakarta Bahan Kuningan
- Mendak : Kuningan
- Mahar : 1.505.000
- Informasi dan Pemesanan hubungi 0822-3591-7823
ANDA BERMINAT DENGAN KERIS TANGGUH PENGGING TERSEBUT??