Keris Tangguh Mataram Sultan Agung
Mahar : 3.133.000
Keris Tangguh Mataram Sultan Agung – Pada
era ini beragam reformasi di bidang seni, budaya dan penanggalan
terjadi. Masyarakat umum diberi kebebasan untuk memiliki keris dan para
empu diberi kebebasan untuk membuat kreasi karya terbaik, sehingga
pasikutan sangat beragam sejak awal pemerintahannya.
Para empu juga melestarikan dengan membuat pula model keris tangguh
sebelumnya dengan memadukan ciri khas era mataram Sultan Agung. Maka
bisa dikatakan Jaman Mataram Sultan Agung memang menjadi surga para
Empu.
Bahkan ketika merencanakan mengempur VOC di Batavia, Sultan Agung
mempersiapkan diri melengkapi peralatan perang bagi pasukannya. Sultan
Agung mengumpulkan empu – empu dan pande besi yang ada di daerah
kekuasaan Mataram. Para Empu tersebut berasal dari seluruh penjuru tanah
jawa berjumlah 800 dikumpulkan di Mataram untuk melaksanakan perintah
membuat keris, tombak, meriam dan senjata perang lainnya, peristiwa
inilah yang disebut “Pakelun“. Kata kelun artinya penguasaan menyeluruh
atau mutlak. 800 orang empu ini kemudian dibagi menjadi beberapa
kelompok dipimpin oleh empu senior (empu tindih) dan kepadanya diberikan
pangkat lurah mantri, berjumlah 8 orang yakni:
- Ki Tepas, Empu berasal dari Semarang
- Ki Salatea, Empu berasal dari Tuban
- Ki Mayi, Empu berasal dari Jawa Barat
- Ki Legi, Empu keturunan Ki Supogati dari Majapahit
- Empu Gedhe, Anak Empu Cublak dari Pajang
- Empu Luwing, Empu berasal dari Semarang, dimana eyang buyutnya adalah Mpu Ki Koso Madura.
- Ki Guling, Empu berasal dari Mataram
- Ki Ancer, Empu berasal dari Kalianjir.
- Ki Tundhung, Empu berasal dari Kudus, yaitu Ki Supo Enom (Jokosupo
II), yang diangkat membawahi semua empu (Empu Jejeneng), dan diberi
gelar oleh Sultan Agung: Pangeran Sendhang.
Keris Tangguh Mataram Sultan Agung pasikutan-nya terlihat demes saat
diperhatikan karena tampak serasi, tampan dan enak saat dilihat. Besinya
yang mentah sehingga terlihat masih natural dan berserat. Memiliki
pamor mubyar, secara detail keris ini tidak beda jauh dengan keris
mataram senopaten. Namun jika dibedakan satu sama lain terletak pada
besi keris ini yang mentah dan terlihat agak berwarna pucat namun
keunggulannya pamor dari keris ini tidak kalah menarik saat dilihat.
Pembuatan keris pada jaman kerajaaan mataram memang sangat bagus dan
baik, tak heran jika banyak kolektor yang mencari jenis keris seperti
ini sampai saat ini.
Contoh Keris Tangguh Mataram Sultan Agung
- Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13
- Pamor (motif lipatan besi) : Singkir Setro Banyu (Pamor lembut nyutro istimewa)
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung
- Panjang Bilah : 33 cm
- Pesi utuh masih panjang
- Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno
- Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
- Pendok : Bahan Mamas Blewah Surakarta Kuno
- Mendak: Tembaga Berhias Permata
- Mahar : 3.133.000
- Informasi dan Pemesanan hubungi 0822-3591-7823
ANDA BERMINAT DENGAN KERIS TANGGUH MATARAM SULTAN AGUNG TERSEBUT??