Tampilkan postingan dengan label keris tangguh tuban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keris tangguh tuban. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2019

Keris Pamor Sumur Bandung Pedaringan Kebak Byor Dhapur Tilam Upih Tangguh Mataram Sepuh Kuno


Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih
Pamor (motif lipatan besi) : Sumur Bandung & Pedaringan Kebak ( Dwi Warna )
Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi
Panjang Bilah :34 cm
Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Cendana Wangi Kuno Bwaan Bilah
Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
Pendok : Bunton Kuningan
Mendak : Perak Kuno

Garansi 1000 % asli sepuh kuno
Barang sama persis seperti foto.
Foto tanpa edit apa adanya.



Pusaka Keris Pamor Pedaringan Kebak Kuno

Pemilihan pamor keris bagi sebagian masyarakat menjadi sangat penting, karena disitu menjadi pedoman filosofi yang akan mempengaruhi pemiliknya. Misalnya saja Keris Pamor Pedaringan Kebak ini.
Pamor pedaringan kebak biasanya diringi dengan pamor wos wutah, yang secara filosofi sebagai perlambang lumbung yang penuh dengan beras hingga tumpah tumpah.
Dalam kepercayaan masyarakat sebagian pecinta keris, makna filosofi tersebut membuat rejeki selalu penuh, tidak akan pernah merasa kekurangan dan hidup berkecukupan.
Keris Dahpur tilam upih, secara filosofi memiliki arti makna yaitu, tilam yang berarti alas untuk tidur yang keras terbuat dari anyaman daun atau sejenis.
Perlambang tersebut supaya selalu ingat untuk mencapai kemakmuran diperlukan tirakat dan perjuangan, sehingga sangat cocok sekali dengan perpaduan pamornya.


Sejarah Mataram Islam

Kesultanan Mataram (kadang disebut Kesultanan Mataram Islam atau Kesultanan Mataram Baru untuk membedakan dengan Kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Hindu) adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri pada abad ke-17.
Kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan, yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasa Majapahit.
Asal-usulnya adalah suatu Kadipaten di bawah Kesultanan Pajang, berpusat di “Bumi Mentaok” yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya.
Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati), putra dari Ki Ageng Pemanahan.
Kerajaan Mataram pada masa keemasannya pernah menyatukan tanah Jawa dan sekitarnya, termasuk Madura. Negeri ini pernah memerangi VOC di Batavia untuk mencegah semakin berkuasanya firma dagang itu, namun ironisnya malah harus menerima bantuan VOC pada masa-masa akhir menjelang keruntuhannya.
Mataram merupakan kerajaan berbasis agraris/pertanian dan relatif lemah secara maritim.
Ia meninggalkan beberapa jejak sejarah yang dapat dilihat hingga kini, seperti kampung Matraman di Batavia/Jakarta, sistem persawahan di Pantura Jawa Barat, penggunaan hanacaraka dalam literatur bahasa Sunda, politik feodal di Pasundan, serta beberapa batas administrasi wilayah yang masih berlaku hingga sekarang.

Jumat, 29 Maret 2019

Keris Tangguh Tuban





Ciri Keris Tangguh Tuban

Mahar  : 1.850.000

Keris Tangguh Tuban ini bisa dikatakan keris tangguh tua yang masih bisa dijumpai dan di dapatkan di era sekarang. Keris tangguh tuban diperkirakan dibuat pada zaman kerajaan Majapahit akhir. Ciri ciri nya yaitu
Umumnya dihapur lurus atau tanpa lekukan. Selain itu, keris ini juga kebanyakan dihapur ‘Tilam Upah’ atau ‘Kebo Lajer’.
Bentuk keris Tuban sangat unik dibandingkan dengan yang lainnya. Bilahnya besar dan tipis atau pipih dengan tempaan yang matang. Maka dari itu, keris ini terbilang ringan dan akan berbunyi dentingan bila disentil jari.
Pamor atau warna besi dari keris ini terdiri dari tiga warna; hitam, putih keruh, dan putih mengkilat.
Beberapa pamor pada keris tangguh Tuban yaitu pamor melati, pamor ndeling, pamor wos wutah, dsb.

Keris Tangguh Tuban


 

  • Keris Sepuh Pamor Meteor Tangguh Tuban
  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih
  • Pamor (motif lipatan besi) : Besar Wutah (Pamor Putih Bersih Meteor) Besi Berserat
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Empu Suratman
  • Panjang Bilah : 35,5 cm
  • Warangka : Gayaman SUrakarta Kayu Timoho Kuno
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang kuno
  • Pendok : Blewah Kuningan Kuno
  • Mendak : Kuningan
  • Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823
Keris adalah warisan budaya adi luhung yang harus kita jaga dan dirawat
Sebagai generasi penerus tentu harus bangga terhadap warisan budaya yang telah di akui dunia.
Mari Kita cinta Budaya Negeri sendiri