Jumat, 29 Maret 2019

Keris Megantoro Luk 7 Sepuh





Pusaka Keris Megantoro Luk 7 Sepuh

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Megantara Luk 7
  • Pamor (motif lipatan besi) : Ngulit Semangka
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi
  • Panjang Bilah :36 cm
  • Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Sono Keling Kuno
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
  • Pendok : Blewah Kuningan
  • Mendak : Tembaga
  • Kode: K157
  • Mahar : 1.555.000
  • Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823
Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
Pusaka Keris Megantoro Luk 7 Sepuh Pusaka Keris Megantoro Luk 7 Sepuh

Dhapur Pusaka Keris Megantoro Luk 7 Sepuh

Pertama kali dibuat pada tahun saka 941 oleh Raja Citrasoma dari Pengging Jawa Tengah beserta Empu Gandawisesa, dapur keris Megantara ini berasal dari dua kata yaitu Mega dan Antara. Mega memiliki arti awan/angkasa raya sedangkan Antara memiliki makna luas tak terbatas. Namun dapat diartikan pula sebagai menyibak surga.
Di sudut lain dhapur keris ini juga menitipkan pesan kepada pemiliknya untuk memiliki hati yang lapang dan berjiwa besar sebesar dan selapang angkasa raya. Sehingga dengan itu manusia akan menjadi kesatria sejati dan mampu mendapatkan banyak hikmah yang baik dalam hidupnya.
Pusaka dapur Megantara ini merupakan keris luk tujuh dalam bahasa jawa disebut “Pitu” yang juga melambangkan Pitulungan atau pertolongan bagi pemiliknya. Yang artinya akan senantiasa membantu dan juga dibantu oleh sesama manusia. Dengan demikian menggambarkan adanya hubungan sosial yang baik diantara pemiliknya. Tuah dari dapur keris Megantara ialah sebagai kewibawaan, keselamatan, dan membantu mencapai keinginan/cita-cita pemiliknya.
Pusaka Keris Megantoro Luk 7 Sepuh Pusaka Keris Megantoro Luk 7 Sepuh

Keris Pamor Ngulit Semangka

Pamor Ngulit Semongko atau sering disingkat “Ngulsem” termasuk jenis pamor yang mudah dibuat karena tidak memerlukan banyak lipatan. Itulah sebabnya walaupun bentuk motifnya mirip pamor Wos Wutah, tapi pamor Ngulit Semongko tampak lebih kasar karena garis-garisnya lebih tebal.
Pamor Ngulit Semongko (Ngulsem) adalah salah satu motif pamor pada bilah Keris atau Tombak yang bentuknya mirip dengan motif pada kulit buah semangka sehingga dinamakan “Ngulit Semongko” yang artinya “seperti kulit semangka”.
Pamor ini paling banyak dijumpai pada bilah Keris atau Tombak dan tergolong pamor tiban, yaitu pamor yang bentuk motifnya tidak direncanakan terlebih dahulu oleh Mpu pembuatnya.
Pusaka Keris Megantoro Luk 7 Sepuh
Tuah Pamor Ngulit Semongko dipercaya dapat memperluas pergaulan, disukai semua orang dan memudahkan pemiliknya dalam mencari rejeki. Intinya, jika kita pandai bergaul dan disukai banyak orang, maka pintu rejeki juga semakin terbuka lebar karena peluang bisa datang dari mana saja.
Ada juga yang berpendapat bahwa motif garis-garis pada pamor Ngulit Semongko ibarat bermacam-macam jalan/cara yang akan menuju ke satu arah tujuan. Hal itu merupakan pesan agar dalam kehidupan ini kita tidak boleh patah semangat untuk menggapai cita-cita dan harapan.
Yakinlah bahwa masih banyak jalan/cara untuk mewujudkan cita-cita selama kita terus melangkah maju dan terus berjuang pantang menyerah.
Yakinlah jika kita terus melangkah maju, maka akan semakin jelas arah tujuan kita daripada kita berhenti di satu titik atau kembali ke arah semula karena merasa putus asa.
Pamor Ngulit Semongko tergolong pamor mlumah. Pamor ini tidak pemilih dan cocok dimiliki oleh siapa saja.
Terkadang pada sela-sela motif pamor Ngulit Semongko juga terdapat pamor titipan seperti pamor Rojo Gundolo atau pamor Sirat yang menjadikannya bernilai tinggi.
Itulah sebabnya walaupun pamor Ngulit Semongko termasuk jenis pamor umum dengan bentuk yang sederhana, tapi jika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar