Pusaka Keris Megantoro Luk 7 Sepuh
- Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Megantara Luk 7
- Pamor (motif lipatan besi) : Ngulit Semangka
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi
- Panjang Bilah :36 cm
- Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Sono Keling Kuno
- Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
- Pendok : Blewah Kuningan
- Mendak : Tembaga
- Kode: K157
- Mahar : 1.555.000
- Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823
Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
Dhapur Pusaka Keris Megantoro Luk 7 Sepuh
Pertama kali dibuat pada tahun saka 941 oleh Raja Citrasoma dari
Pengging Jawa Tengah beserta Empu Gandawisesa, dapur keris Megantara ini
berasal dari dua kata yaitu Mega dan Antara. Mega memiliki arti
awan/angkasa raya sedangkan Antara memiliki makna luas tak terbatas.
Namun dapat diartikan pula sebagai menyibak surga.
Di sudut lain dhapur keris ini juga menitipkan pesan kepada
pemiliknya untuk memiliki hati yang lapang dan berjiwa besar sebesar dan
selapang angkasa raya. Sehingga dengan itu manusia akan menjadi
kesatria sejati dan mampu mendapatkan banyak hikmah yang baik dalam
hidupnya.
Pusaka dapur Megantara ini merupakan keris luk tujuh dalam bahasa jawa disebut
“Pitu” yang juga melambangkan
Pitulungan
atau pertolongan bagi pemiliknya. Yang artinya akan senantiasa membantu
dan juga dibantu oleh sesama manusia. Dengan demikian menggambarkan
adanya hubungan sosial yang baik diantara pemiliknya. Tuah dari dapur
keris Megantara ialah sebagai kewibawaan, keselamatan, dan membantu
mencapai keinginan/cita-cita pemiliknya.
Keris Pamor Ngulit Semangka
Pamor Ngulit Semongko atau sering disingkat “Ngulsem” termasuk jenis
pamor yang mudah dibuat karena tidak memerlukan banyak lipatan. Itulah
sebabnya walaupun bentuk motifnya mirip pamor Wos Wutah, tapi pamor
Ngulit Semongko tampak lebih kasar karena garis-garisnya lebih tebal.
Pamor Ngulit Semongko (Ngulsem) adalah salah satu motif pamor pada
bilah Keris atau Tombak yang bentuknya mirip dengan motif pada kulit
buah semangka sehingga dinamakan “Ngulit Semongko” yang artinya “seperti
kulit semangka”.
Pamor ini paling banyak dijumpai pada bilah Keris atau Tombak dan
tergolong pamor tiban, yaitu pamor yang bentuk motifnya tidak
direncanakan terlebih dahulu oleh Mpu pembuatnya.

Tuah Pamor Ngulit Semongko dipercaya dapat memperluas pergaulan,
disukai semua orang dan memudahkan pemiliknya dalam mencari rejeki.
Intinya, jika kita pandai bergaul dan disukai banyak orang, maka pintu
rejeki juga semakin terbuka lebar karena peluang bisa datang dari mana
saja.
Ada juga yang berpendapat bahwa motif garis-garis pada pamor Ngulit
Semongko ibarat bermacam-macam jalan/cara yang akan menuju ke satu arah
tujuan. Hal itu merupakan pesan agar dalam kehidupan ini kita tidak
boleh patah semangat untuk menggapai cita-cita dan harapan.
Yakinlah bahwa masih banyak jalan/cara untuk mewujudkan cita-cita
selama kita terus melangkah maju dan terus berjuang pantang menyerah.
Yakinlah jika kita terus melangkah maju, maka akan semakin jelas arah
tujuan kita daripada kita berhenti di satu titik atau kembali ke arah
semula karena merasa putus asa.
Pamor Ngulit Semongko tergolong pamor mlumah. Pamor ini tidak pemilih dan cocok dimiliki oleh siapa saja.
Terkadang pada sela-sela motif pamor Ngulit Semongko juga terdapat
pamor titipan seperti pamor Rojo Gundolo atau pamor Sirat yang
menjadikannya bernilai tinggi.
Itulah sebabnya walaupun pamor Ngulit Semongko termasuk jenis pamor umum dengan bentuk yang sederhana, tapi jika