Tampilkan postingan dengan label Keris Nogo Sapto Asli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keris Nogo Sapto Asli. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Maret 2019

Keris Nogo Sapto Luk 7





Keris Nogo Sapto Luk 7 Kinatah Emas Kamarogan

Dimaharkan : 1.850.000

Keris Nogo Sapto Luk 7 Kinatah Emas Kamarogan adalah salah satu jenis keris yang memiliki lekuk 7, dengan perpaduan kinatah dan sepuhan emas menjadikan tampilan mewah, elegant dan berwibawa.
Nama keris nogo sapto sendiri diambil dari bentuk keris itu sendiri, bahwa bagian bawah nampak kepala naga dengan tubuh meliuk keatas ujung bilah.
Sapto memiliki makna dari bahasa jawa yaitu 7, yaitu karena keluk keris ini berjumlah 7 maka disebut sapto.
Istilah naga merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta atau India kuno yang bermakna “ular”. Dalam naskah Mahabharata dikisahkan bahwa para Naga merupakan anak-anak Resi Kasyapa dari perkawinannya dengan Dewi Kadru.
Nama-nama mereka yang terkenal antara lain Sesa, Taksaka, Basuki, Karkotaka, Korawya, dan Dritarastra. Bangsa Naga yang berjumlah ribuan memiliki dua orang sepupu berwujud burung dan disebut sebagai bangsa Kaga.
Keduanya bernama Aruna dan Garuda, yang merupakan putra dari Dewi Winata yang juga dinikahi Resi Kasyapa. Dengan demikian, hubungan antara Naga dengan Kaga selain sebagai sepupu juga sebagai saudara tiri.
Meskipun demikian hubungan mereka kurang baik dan sering terlibat perselisihan. Di antara para Naga ada pula yang menjadi dewa, yaitu Sesa, yang tertua di antara putra Kadru. Ia memisahkan diri dari adik-adiknya dan hidup bertapa menyucikan diri. Ia akhirnya diangkat sebagai dewa para ular, bergelar Ananta.

Keterangan Keris Nogo Sapto

Legenda atau cerita tentang naga tidak hanya ada di daerah jawa, namun tersebar keseluruh penjuru dunia, dari mulai asia, tiongkok, eropa dan lain sebagainya.
Naga dianggap makhluk berkekuatan tinggi dan sangat kuat, oleh karenanya keris dengan dapur naga cenderung dibuat untuk tujuan daya spiritual yang tinggi, memiliki pengaruh kuat pada pemiliknya.
  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Sapto Luk 7
  • Pamor (motif lipatan besi) : Wengkon (Kinatah Kamoragan Kuningan Disepuh Emas )
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan
  • Panjang Bilah :37,5 cm
  • Warangka ( sarung keris ) : Ladrang Surakarta Kayu Sawo
  • Handle / Gagang / deder : Kayu Sawo
  • Pendok : Bunton Kuningan
  • Mendak : Kuningan
  • Harga Mahar pengganti Rp. 1.850.000,-
Perawatan keris ini dengan cara mengoleskan minyak disetiap 35 hari sekali, tujuannya adalah agar keris lebih awet dan tidak mudah keropos.
  • Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823 
Gambar Keris Nogo Sapto


Jumat, 29 Maret 2019

Keris Nogo Sapto Pamor Keleng





Pusaka Keris Nogo Sapto Asli Luk 7 Kinatah

  • Dhapur Keris (penyebutan bentuk keris) : Nogo Sapto Luk 7
  • Pamor Keris (motif lipatan besi tempa) : Keleng Berserat (Kinatah Kuningan Disepuh Emas)
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan): Kamardikan Alusan
  • Panjang Bilah : 37 cm
  • Warangka (sarung keris) : Ladrang Solo Kayu Jati
  • Handel keris : Kayu Jati
  • Pendok : Kuningan
  • Mendak : Kuningan
  • Bisa berdiri dengan keseimbangan
  • Kode: K148
  • Mahar  : 1.100.000
  • Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823  
Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
Keris Nogo Sapto Asli Keris Nogo Sapto Asli Keris Nogo Sapto Asli Keris Nogo Sapto Asli Keris Nogo Sapto Asli

Filosofi Keris Dhapur Nogo Sapto

Naga merupakan salah satu binatang mitologis yang melegenda hampir di seluruh dunia. Sebagai makhluk mitologis perwujudannya pun akan tampak berbeda-beda, tak terkecuali Naga Jawa. Kisah-kisah tentang Naga di Pulau Jawa pada umumnya berintikan kisah-kisah mitologis mengenai tuntunan (pedoman nilai-nilai luhur) dan tontonan (divisualkan secara indah). Dalam rentang sejarahnya yang panjang konotasi atas kekuatan magis naga ini demikian lekat dalam alam pikir masyarakat Jawa, tidak mengherankan apabila motif naga senantiasa hadir dalam sendi-sendi masayarakat Jawa tersebut. Sebagai contoh dalam bidang keagamaan naga hadir di bangunan-bangunan suci (candi atau pertirtaan) dan corot kendi air suci. Dalam ikon-ikon politik, kata naga seringkali hadir sebagai simbol kebesaran seorang raja dan kerajaannya, pataka (panji-panji), pusaka, sengkalan dan lain-lain. Tak ketingalan dalam bidang kesenian, naga sering menjadi sumber inspirasi penciptaan karya seni, misalnya sastra, seni tari, pewayangan, tata busana dan lain-lain. Tampaknya, wujud-wujud naga hampir selalu dihubungkan dengan simbol kesucian yang menghubungkan manusia dengan Penciptanya.

Tentang Keris Kamardikan

Keris Kamardikan adalah keris-keris yang dibuat pada jaman sekarang (keris-keris jaman kemerdekaan) untuk tujuan melestarikan seni perkerisan. Sebagian orang ada yang tidak menyukai keris kamardikan dengan alasan karena tidak memiliki nilai esoteri seperti keris-keris kerajaan jaman dulu. Walaupun keris kamardikan adalah keris baru, jika proses penempaannya atau pembuatannya tidak meninggalkan konsep para empu terdahulu, maka keris kamardikan masih pantas di anggap sebagai Pusaka. Terlepas daripada itu, keris kamardikan masih menjadi keris yang banyak disukai oleh para pecinta kolektor keris yang ingin terus melestarikan budaya Indonesia. Apalagi dengan garapan yang halus dan istimewa, tentu akan membedakan nilai jual dari keris kamardikan itu sendiri.
Kamardikan di ambil dari kata “Kemerdekaan” yang artinya keris ini dibuat pada jaman kemerdekaan setelah tahun 1945 hingga sekarang. Jika kita mendalaminya, keris asli Indonesia bukanlah keris dengan tangguh jaman kerajaan tempo dulu, melainkan keris kamardikan yang dibuat di era jaman kemerdekaan Indonesia. Karena Indonesia muncul setelah kemerdekaannya, dan keris itu dibuat pada masa Indonesia merdeka. Sehingga keris kamardikan kelak akan menjadi warisan budaya asli indonesia yang diwariskan kepada anak cucu kita. Dan kalau dilihat dari era pembuatannya, maka keris kamardikan juga bisa disebut sebagai keris tangguh Indonesia.