Pusaka Keris Nogo Sapto Asli Luk 7 Kinatah
- Dhapur Keris (penyebutan bentuk keris) : Nogo Sapto Luk 7
- Pamor Keris (motif lipatan besi tempa) : Keleng Berserat (Kinatah Kuningan Disepuh Emas)
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan): Kamardikan Alusan
- Panjang Bilah : 37 cm
- Warangka (sarung keris) : Ladrang Solo Kayu Jati
- Handel keris : Kayu Jati
- Pendok : Kuningan
- Mendak : Kuningan
- Bisa berdiri dengan keseimbangan
- Kode: K148
- Mahar : 1.100.000
- Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823
Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
Filosofi Keris Dhapur Nogo Sapto
Naga merupakan salah satu binatang mitologis yang melegenda hampir di
seluruh dunia. Sebagai makhluk mitologis perwujudannya pun akan tampak
berbeda-beda, tak terkecuali Naga Jawa. Kisah-kisah tentang Naga di
Pulau Jawa pada umumnya berintikan kisah-kisah mitologis mengenai
tuntunan (pedoman nilai-nilai luhur) dan tontonan (divisualkan secara
indah). Dalam rentang sejarahnya yang panjang konotasi atas kekuatan
magis naga ini demikian lekat dalam alam pikir masyarakat Jawa, tidak
mengherankan apabila motif naga senantiasa hadir dalam sendi-sendi
masayarakat Jawa tersebut. Sebagai contoh dalam bidang keagamaan naga
hadir di bangunan-bangunan suci (candi atau pertirtaan) dan corot kendi
air suci. Dalam ikon-ikon politik, kata naga seringkali hadir sebagai
simbol kebesaran seorang raja dan kerajaannya, pataka (panji-panji),
pusaka, sengkalan dan lain-lain. Tak ketingalan dalam bidang kesenian,
naga sering menjadi sumber inspirasi penciptaan karya seni, misalnya
sastra, seni tari, pewayangan, tata busana dan lain-lain. Tampaknya,
wujud-wujud naga hampir selalu dihubungkan dengan simbol kesucian yang
menghubungkan manusia dengan Penciptanya.
Tentang Keris Kamardikan
Keris Kamardikan adalah keris-keris yang dibuat pada jaman sekarang
(keris-keris jaman kemerdekaan) untuk tujuan melestarikan seni
perkerisan. Sebagian orang ada yang tidak menyukai keris kamardikan
dengan alasan karena tidak memiliki nilai esoteri seperti keris-keris
kerajaan jaman dulu. Walaupun keris kamardikan adalah keris baru, jika
proses penempaannya atau pembuatannya tidak meninggalkan konsep para
empu terdahulu, maka keris kamardikan masih pantas di anggap sebagai
Pusaka. Terlepas daripada itu, keris kamardikan masih menjadi keris yang
banyak disukai oleh para pecinta kolektor keris yang ingin terus
melestarikan budaya Indonesia. Apalagi dengan garapan yang halus dan
istimewa, tentu akan membedakan nilai jual dari keris kamardikan itu
sendiri.
Kamardikan di ambil dari kata “Kemerdekaan” yang artinya keris ini
dibuat pada jaman kemerdekaan setelah tahun 1945 hingga sekarang. Jika
kita mendalaminya, keris asli Indonesia bukanlah keris dengan tangguh
jaman kerajaan tempo dulu, melainkan keris kamardikan yang dibuat di era
jaman kemerdekaan Indonesia. Karena Indonesia muncul setelah
kemerdekaannya, dan keris itu dibuat pada masa Indonesia merdeka.
Sehingga keris kamardikan kelak akan menjadi warisan budaya asli
indonesia yang diwariskan kepada anak cucu kita. Dan kalau dilihat dari
era pembuatannya, maka keris kamardikan juga bisa disebut sebagai keris
tangguh Indonesia.