Tampilkan postingan dengan label Keris Pusaka Naga Manglar Kinatah Emas Asli Istimewa Yasan PB Pakubuwono Surakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keris Pusaka Naga Manglar Kinatah Emas Asli Istimewa Yasan PB Pakubuwono Surakarta. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 April 2019

Keris Pusaka Naga Manglar Kinatah Emas Asli Istimewa Yasan PB Pakubuwono Surakarta



Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Manglar
Pamor (motif lipatan besi) : Ngulit Semangka
Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Yasan PB (Pakubuwono)
Panjang Bilah : 35,5 cm
Kinatah Emas Asli, Garap Halus Istimewa
Warangka : Gayaman Surakarta
Handle / Gagang : Solo (Surakarta)
Pendok  : Blewah Surakarta Simbol PB
Mendak : Kendit Surakarta
Kode     : K181
Mahar   : 40.550.000

Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Filosofi Keris Naga Manglar Kinatah Emas Yasan PB






NAGA = ular besar, dikenal dengan nama naga Taksaka simbol penjagaan atau perlindungan. Keistimewaannya membawanya hadir dalam setiap bangunan-bangunan suci (candi) hingga keraton-keraton di Jawa. Seperti di bagian atas gapura magangan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, terdapat ornamen dua naga yang ekornya ke mengarah atas lalu melilit, menyatu. Ornamen tersebut dibaca Dwi Naga Ngrasa Tunggal. Dwi berwatak 2, naga berwatak 8, ngrasa berwatak 6, dan tunggal berwatak 1. Diperoleh susunan angka 2, 8, 6, dan 1, sehingga diperoleh tahun 1682, yaitu saat dibangunnya bagian itu. Tidak ketinggalan di kraton Surakarta, ada juga ornamen yang dibaca Naga Muluk Tinitihan Janma. Naga berwatak 8, muluk (terbang) berwatak 0, tinitihan (ditunggangi) berwatak 7, dan janma (manusia) berwatak 1; digabung menjadi 8071, setelah dibalik menjadi 1708.

Hewan naga kerap anda dengar kisah kisah legenda kunonya dan ribuan lukisan yang menggambarkan tentang kemasyuran dari salah satu hewan suci bagi orang China dan beberapa orang dari pulau Bali. Berdasarkan fakta nyata tersebut, anda bisa mengetahui gambaran rinci tentang hewan naga adalah makhluk cantik yang elegan dan dapat terbang setinggi langit, bertubuh menyerupai ular namun memiliki empat pasang kaki, bersayap, bertanduk dan pada waktu waktu tertentu bisa mengeluarkan api dari mulutnya.

Naga juga dianggap sebagai makhluk mitologi paling terkenal di seluruh dunia. Masing masing negara mempunyai legenda tersendiri tentang hewan suci ini. Namun cerita yang paling berkesan dan menarik minat banyak orang adalah dari negeri asal datangnya hewan ini yaitu di China.

Apakah makhluk terbang bertubuh ular, bertanduk dan mempunyai cakar yang sangat tajam ini benar benar ada di dunia ? Dalam beberapa karya ilmiah yang dilakukan oleh para ahli agama di dunia, menjelaskan bahwa seluk beluk naga sangat erat hubungannya dalam agama dan kebudayaan orang asli China. Hal ini bisa dilihat dari hiasan, pakaian, ornamen ornamen, hingga arsitektur rumah mereka berhiaskan naga. Lambang naga memiliki arti penggambaran tentang sifat sifat dasar alam semesta dimana naga adalah seekor makhluk halus yang keberadaannya masih banyak diperdebatkan oleh masyarakat terutama di pulau Bali.

Kebudayaan merupakan suatu hal atau pembelajaran yang telah diolah oleh sekelompok masyarakat tertentu pada suatu tempat. Di China adalah salah satu negara yang sangat kokoh mendefinisikan filosofi naga ke dalam kebudayaan mereka, sehingga bisa diartikan secara terpadu bahwa ilmu alam yang dikaitkan dengan hewan suci naga digunakan dalam kehidupan masyarakat China sebagai salah satu wujud perlindungan terhadap keselamatan para penduduknya.

Di Bali, naga hanyalah sebatas fantasi yang mengandung unsur seni tingkat tinggi sehingga dipilih sebagai hewan suci berupa patung patung naga pada beberapa pura dan taman taman hiburan rakyat, yang pernah eksis di bumi sebagai hewan penyelamat dunia dari beragam penyakit yang mematikan manusia. Apabila cerita ini benar, maka anda bisa turut serta mengakui bahwa naga adalah salah satu hewan terkuat yang pernah hidup di bumi ini. Makhluk ini dikisahkan memiliki sifat melindungi, ganas dan mempunyai kekuatan mistik yang tidak bisa ditemui pada hewan hewan purba lainnya.

Dalam legenda juga dikisahkan naga mampu mengeluarkan semburan api panas melalui mulut dan hidung. Juga dilukiskan bahwa makhluk ini bisa terbang layaknya Pterodactyls atau dapat menyelam dalam air layaknya The Megalodon.

Kisah kisah legenda tentang hewan suci naga dalam suatu bangsa adalah mempunyai perbedaan dan ciri khas tersendiri sesuai dengan mayoritas agama dan kebudayaan bangsa itu masing masing, serta penggambaran mengenai hewan naga yang berlainan menurut versi cerita setempat. Terdapat lebih dari 30 jenis hewan naga yang mempunyai bentuk fisik dan fungsi berbeda sesuai dalam berbagai cerita legenda, agama dan kebudayaan di seluruh negara. Bangsa Cina menceritakan bahwa naga pada umumnya memiliki badan seperti ular, muka mirip kuda, tanduk seperti rusa, kuku kuku yang runcing, dan bersisik yang mampu terbang sangat cepat melampaui langit. Masyarakat Barat menceritakan bahwa naga menyerupai hewan hewan purbakala yang memiliki sayap kuat untuk terbang. Di Thailand, terdapat ukiran naga seperti ular tetapi hewan ini memiliki tujuh kepala, sementara di Vietnam, masyarakatnya berimajinasi bahwa naga menggabungkan bentuk tubuh hewan buaya, ular, biawak dan burung. Dalam legenda Yunani kuno, ditemukan banyak kisah mengenai naga yaitu hewan yang berfungsi sebagai penjaga harta karun dari keluarga kaya raya dan para bangsawan.

Demikianlah filosofi singkat tentang keberadaan hewan suci naga di beberapa masyarakat yang memiliki pandangan berbeda tentang hewan ini sesuai dengan agama, kebiasaan dan kebudayaan yang dijunjung.