Tampilkan postingan dengan label Keris Pusaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keris Pusaka. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2022

Keris Sepuh Luk 9 Buto Ijo Pamor Ciprit majapahit

 Keris Sepuh Luk 9 Buto Ijo Pamor Ciprit majapahit

– Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Buto Ijo Luk 9 – Pamor (motif lipatan besi) : Ceprit-Ceprit – Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit – Panjang Bilah : 35,9 cm – Panjang Gonjo : 7,2 cm – Panjang Pesi : 7,1 cm – Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Iras – Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno – Pendok : Blewah Surakarta Ukir Kuningan – Mendak : Mripatan Barang sama persis seperti foto. garansi 1000% asli sepuh kuno

Silahkan kunjungi toko onlean kami









Keris Sepuh Jalak Ngore Keleng Mageti II

 Keris Sepuh Jalak Ngore Keleng Mageti II

– Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Ngore – Pamor (motif lipatan besi) : Keleng – Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mageti II – Panjang Bilah : 37,2 cm – Panjang Gonjo : 9,3 cm – Panjang Pesi : 7,4 cm – Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Cendana – Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno – Pendok : Blewah Surakarta Motif Modang – Mendak : Parijata Barang sama persis seperti foto. garansi 1000% asli sepuh kuno Silahkan kunjungi toko online kami : - Tokopedia : Keris Sepuh Jalak Ngore Keleng Mageti II - Bukalapak : Keris Sepuh Jalak Ngore Keleng Mageti II - Shopee : Keris Sepuh Jalak Ngore Keleng Mageti II








Senin, 29 April 2019

Keris Pusaka Naga Manglar Kinatah Emas Asli Istimewa Yasan PB Pakubuwono Surakarta



Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Naga Manglar
Pamor (motif lipatan besi) : Ngulit Semangka
Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Yasan PB (Pakubuwono)
Panjang Bilah : 35,5 cm
Kinatah Emas Asli, Garap Halus Istimewa
Warangka : Gayaman Surakarta
Handle / Gagang : Solo (Surakarta)
Pendok  : Blewah Surakarta Simbol PB
Mendak : Kendit Surakarta
Kode     : K181
Mahar   : 40.550.000

Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.

Filosofi Keris Naga Manglar Kinatah Emas Yasan PB






NAGA = ular besar, dikenal dengan nama naga Taksaka simbol penjagaan atau perlindungan. Keistimewaannya membawanya hadir dalam setiap bangunan-bangunan suci (candi) hingga keraton-keraton di Jawa. Seperti di bagian atas gapura magangan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, terdapat ornamen dua naga yang ekornya ke mengarah atas lalu melilit, menyatu. Ornamen tersebut dibaca Dwi Naga Ngrasa Tunggal. Dwi berwatak 2, naga berwatak 8, ngrasa berwatak 6, dan tunggal berwatak 1. Diperoleh susunan angka 2, 8, 6, dan 1, sehingga diperoleh tahun 1682, yaitu saat dibangunnya bagian itu. Tidak ketinggalan di kraton Surakarta, ada juga ornamen yang dibaca Naga Muluk Tinitihan Janma. Naga berwatak 8, muluk (terbang) berwatak 0, tinitihan (ditunggangi) berwatak 7, dan janma (manusia) berwatak 1; digabung menjadi 8071, setelah dibalik menjadi 1708.

Hewan naga kerap anda dengar kisah kisah legenda kunonya dan ribuan lukisan yang menggambarkan tentang kemasyuran dari salah satu hewan suci bagi orang China dan beberapa orang dari pulau Bali. Berdasarkan fakta nyata tersebut, anda bisa mengetahui gambaran rinci tentang hewan naga adalah makhluk cantik yang elegan dan dapat terbang setinggi langit, bertubuh menyerupai ular namun memiliki empat pasang kaki, bersayap, bertanduk dan pada waktu waktu tertentu bisa mengeluarkan api dari mulutnya.

Naga juga dianggap sebagai makhluk mitologi paling terkenal di seluruh dunia. Masing masing negara mempunyai legenda tersendiri tentang hewan suci ini. Namun cerita yang paling berkesan dan menarik minat banyak orang adalah dari negeri asal datangnya hewan ini yaitu di China.

Apakah makhluk terbang bertubuh ular, bertanduk dan mempunyai cakar yang sangat tajam ini benar benar ada di dunia ? Dalam beberapa karya ilmiah yang dilakukan oleh para ahli agama di dunia, menjelaskan bahwa seluk beluk naga sangat erat hubungannya dalam agama dan kebudayaan orang asli China. Hal ini bisa dilihat dari hiasan, pakaian, ornamen ornamen, hingga arsitektur rumah mereka berhiaskan naga. Lambang naga memiliki arti penggambaran tentang sifat sifat dasar alam semesta dimana naga adalah seekor makhluk halus yang keberadaannya masih banyak diperdebatkan oleh masyarakat terutama di pulau Bali.

Kebudayaan merupakan suatu hal atau pembelajaran yang telah diolah oleh sekelompok masyarakat tertentu pada suatu tempat. Di China adalah salah satu negara yang sangat kokoh mendefinisikan filosofi naga ke dalam kebudayaan mereka, sehingga bisa diartikan secara terpadu bahwa ilmu alam yang dikaitkan dengan hewan suci naga digunakan dalam kehidupan masyarakat China sebagai salah satu wujud perlindungan terhadap keselamatan para penduduknya.

Di Bali, naga hanyalah sebatas fantasi yang mengandung unsur seni tingkat tinggi sehingga dipilih sebagai hewan suci berupa patung patung naga pada beberapa pura dan taman taman hiburan rakyat, yang pernah eksis di bumi sebagai hewan penyelamat dunia dari beragam penyakit yang mematikan manusia. Apabila cerita ini benar, maka anda bisa turut serta mengakui bahwa naga adalah salah satu hewan terkuat yang pernah hidup di bumi ini. Makhluk ini dikisahkan memiliki sifat melindungi, ganas dan mempunyai kekuatan mistik yang tidak bisa ditemui pada hewan hewan purba lainnya.

Dalam legenda juga dikisahkan naga mampu mengeluarkan semburan api panas melalui mulut dan hidung. Juga dilukiskan bahwa makhluk ini bisa terbang layaknya Pterodactyls atau dapat menyelam dalam air layaknya The Megalodon.

Kisah kisah legenda tentang hewan suci naga dalam suatu bangsa adalah mempunyai perbedaan dan ciri khas tersendiri sesuai dengan mayoritas agama dan kebudayaan bangsa itu masing masing, serta penggambaran mengenai hewan naga yang berlainan menurut versi cerita setempat. Terdapat lebih dari 30 jenis hewan naga yang mempunyai bentuk fisik dan fungsi berbeda sesuai dalam berbagai cerita legenda, agama dan kebudayaan di seluruh negara. Bangsa Cina menceritakan bahwa naga pada umumnya memiliki badan seperti ular, muka mirip kuda, tanduk seperti rusa, kuku kuku yang runcing, dan bersisik yang mampu terbang sangat cepat melampaui langit. Masyarakat Barat menceritakan bahwa naga menyerupai hewan hewan purbakala yang memiliki sayap kuat untuk terbang. Di Thailand, terdapat ukiran naga seperti ular tetapi hewan ini memiliki tujuh kepala, sementara di Vietnam, masyarakatnya berimajinasi bahwa naga menggabungkan bentuk tubuh hewan buaya, ular, biawak dan burung. Dalam legenda Yunani kuno, ditemukan banyak kisah mengenai naga yaitu hewan yang berfungsi sebagai penjaga harta karun dari keluarga kaya raya dan para bangsawan.

Demikianlah filosofi singkat tentang keberadaan hewan suci naga di beberapa masyarakat yang memiliki pandangan berbeda tentang hewan ini sesuai dengan agama, kebiasaan dan kebudayaan yang dijunjung.

Rabu, 27 Maret 2019

Keris Sengkelat Kahuripan





Pusaka Keris Sengkelat Kuno Tangguh Kahuripan

Mahar : 2.100.000

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13
  • Pamor (motif lipatan besi) : Wengkon Isen
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kahuripan
  • Panjang Bilah : 35 cm
  • Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Jati
  • Handle / Gagang : Kayu Jati
  • Pendok : Bunton Solo Kuningan
  • Mendak: Kuningan
  • Kode Produk: K150
  • Informasi dan Pemesanan hubungi  0822-3591-7823
Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
Keris Sengkelat Kuno Tangguh Kahuripan

Filosofi Keris Sengkelat

Sengkelat memang berbentuk sangat sederhana, dia sangat polos , tak banyak ornamen, ibarat naga dia bagaikan seekor naga yang hitam legam tanpa mahkota. Namun dibalik kesederhanaanya itulah, Sengkelat adalah keris yang pilih tanding dan mempunyai tempat tersendiri di hati para pecinta Tosan Aji. Banyak legenda yang menyertai Sengkelat ini sehingga menjadi keris yang sangat terkenal, konon Pak Harto yang terpilih 6 (enam) kali pemilu dan berkuasa selama 32 tahun memiliki pusaka berdhapur sengkelat sebagai salah satu piandelnya. Tak heran menjelang pilkada/pemilu keris ini banyak diburu oleh beberapa orang yang mempercayai tuahnya agar sukses menjadi wakil rakyat.
Ada pesan dari orang tua jaman dahulu : Le…. tirunen si sengkelat, dia adalah simbol wong cilik tapi sugih ngelmu“bathok bolu isi madu” paribasane. Sengkelat orang seneng nuduhake kasudibyane, walau dia sakti, kuat namun sosoknya sangat sederhana, sak anane atau sakmadya.
Cerita keris sengkelat yang dapat kita baca dalam Kitab Babad Demak mengandung nilai-nilai filosofi yang tinggi. Keris Sengkelat merupakan sanepa (perlambang) masuknya Agama Islam di Pulau Jawa tidak bisa meninggalkan budaya dan kearifan lokal. Keris Sengkelat juga dianggap mewakili masyarakat kelas bawah yang kecewa, marah, terhadap keadaan. Dalam bahasa Jawa, perasaan mereka disebut sengkel atine (sengkelat) atau jengkel hatinya.
Dalam ilmu numerologi versi Jawa, tiga belas (telulas : Jawa), telulas bererti las-lasan ing urip, mempunyai makan yang bernuansakan ajakan kembali kepada arah jalan Keilahian. Keris Luk 13 juga melambangkan kehidupan stabil dan tenang.
Keris Sengkelat Kuno Tangguh Kahuripan Keris Sengkelat Kuno Tangguh Kahuripan

Keris Pamor Wengkon Isen

Sepintar memang pamor keris ini seperti pamor ngulit semangka, namun apabila kita amati lagi di bagian bilah keris ini terdapat garis kanan dan kiri berkelok-kelok mengikuti alur keluk keris yang membentuk seolah memagari sebuah isi keris tersebut. Pamor dengan motif gambar tersebut dinamakan pamor wengkon isen.
Nama lain penyebutan pamor wengkon adalah lis-lisan atau tepen, meskipun nampak sederhana namun sulit dalam penggarapannya, hanya mpu berpengalaman yang mampu membuat garis berpola pada sebilah keris.
Secara filosofi memiliki makna dalam, yaitu sebuah garis batas dipinggiran melambangkan pagar pembatas dalam sebuah tempat, seperti halnya tuah keris ini diharapkan dapat sebagai pagar diri dan keluarga, terhindar dari segala marabahaya serta keselamatan. Selain itu pamor wengkon juga dikatakan memiliki tuah untuk membantu pemiliknya menjadi lebih hemat, tahan segala godaan dan lain-lain yang sifatnya adalah kontrol diri atau dari pagar diri dari segala keburukan dan mara bahaya.

Tentang Keris Tangguh Kahuripan

Kahuripan adalah sebuah kerajaan yang pernah hidup di daerah Sidoarjo Jawa Timur antara abad X-XI Masehi. Kerajaan ini menurut sejarah didirikan oleh Airlangga dan merupakan kelanjutan dari kerajaan Medang yang runtuh pada tahun 1006. Pada buku Ensiklopedi Keris (Bambang Harsrinuksmo: 2004) di halaman 461 disebutkan salah satu jenis tangguh keris adalah tangguh Kahuripan.
Keris Sengkelat Kuno Tangguh Kahuripan Keris Sengkelat Kuno Tangguh Kahuripan
Jika kita melihat sekilas memang jenis keris ini nampak sama seperti keris atau tangguh-tangguh yang lain namun ternyata ada sisi yang berbeda mulai dari pasikutan, tangguh ini memiliki pasikutan yang hambar jadi saat diamati seperti ada yang kurang namun ini adalah ciri khusus dari tangguh ini. Keris ini juga memiliki warna pamor yang sanak dan juga memiliki warna pamor yang samar-samar adeg. Walaupun dari sisi pasikutan terlihat hambar namun jenis tangguh kahuripan banyak sekali yang meminatinya, tak heran semua kolektor keris ingin memiliki jenis tangguh ini.

Selasa, 26 Maret 2019

Keris Pusaka Kala Bendu Tangguh Majapahit Sepuh Kuno





  • Deskripsi

    Keris Pusaka Kala Bendu Tangguh Majapahit Sepuh Kuno
    Mahar : 3.755.000
     
    Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kolobendu (dhapur langka)
    Pamor (motif lipatan besi) : Keleng (besi padat pulen) khas majapahit
    Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit
    Panjang Bilah : 33 cm
    pesi utuh masih panjang original
    Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho
    Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
    Pendok : Blewah Bahan Mamas Kuno
    Mendak: Perunggu Kuno

    Barang hanya ada 1 sama seperti foto.
    Foto tanpa edit apa adanya ,



    Informasi dan Pemesanan hubungi  0822-3591-7823

    Keris asli kuno dengan dhapur yang langka

Minggu, 24 Maret 2019

Keris Pamor Miring Toya Mambeg






Deskripsi

Keris Pamor Toya Mambeg

Terdapat dua jenis pamor dalam keris, yaitu pamor mlumah dan juga pamor miring seperti Keris Pamor Toya Mambeg ini, atau juga disebut pamor toya ngembeng.

Jenis pamor miring sendiri tidak mengikuti alur keris yang lurus keatas namun kesamping, tergolong sangat sulit dalam pembuatannya sehingga jarang pula keberadaannya.

Khasiat Toya Mambeg, artinya Air Menggenang (terhenti tidak mengalir) adalah bentuk gambaran pamor yang hampir serupa dengan pamor tumpuk, tetapi bersusun-susun, dihubungkan oleh sebuah garis pamor yang membujur bilah.

Pamor ini tergolong pamor miring dan bukan pamor pamilih, artinya semua orang bisa memiliki. Tuahnya sangat baik untuk membuat orang bisa menumpuk kekayaan. Maksudnya rejeki yang telah didapat tidak mudah mengalir keluar.

Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol
Pamor (motif lipatan besi) : Toya Mambeg (pamor Miring)
Pamor Gonjo : Lar Gangsir
Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Blambangan Era Majapahit
Panjang Bilah : 33 cm
pesi masih utuh panjang
Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Kemuning Gandar Iras Utuh Tidak Sambungan
Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang
Pendok : Blewah Mamas Motif Ukiran Kuno
Mendak: Perak
Mahar   : 7.111.000
Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823

Hanya Tersedia 1 Tidak ada yang lain

Keris Sengkelat Pamor Singkir Hujan





Keris Sengkelat Pamor Setro Banyu

Keris Sengkelat Pamor Setro Banyu adalah nama lain dari keris dengan pamor singkir. Konon katanya singkir adalah nama seorang empu yang pertama kali membuat jenis pamor seperti ini, oleh karena pembuatannya yang terkenal hingga disebut penamaan pamor singkir.

Bentuknya seperti garis-garis lurus dan bahkan ada yang menyebut adeg sapu, nama lainnya juga sering dikaitkan dengan makna yaitu singkir ( menyingkirkan ) seperti halnya singkir geni, singkir hujan dan lain sebagainya.

Keris dengan luk 13 yang gagah dan pamor seperti ini sangat banyak yang mencari, karena memang sebagian masyarakat mempercayai tuahnya untuk dapat menolak marabahaya yang datang, baik bahaya api, bahaya air dan lain sebagainya.
Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13
Pamor (motif lipatan besi) : Singkir Setro Banyu (pamor lembut nyutro istimewa)
Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Sultan Agung
Panjang Bilah : 33 cm
pesi utuh masih panjang
Warangka : Gayaman surakarta kayu timoho kuno
Handle / Gagang : Kayu kemuning bang kuno
Pendok : bahan mamas blewah surakarta kuno
Mendak: tembaga berhias permata
Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823

Keris asli sepuh kuno sangat utuh dengan pamor yang sangat dicari.
layak untuk mengisi almari keris anda.