Tampilkan postingan dengan label ciri keris tangguh majapahit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ciri keris tangguh majapahit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Desember 2025

Keris Megantoro Luk 7 Tangguh Majapahit.


Keris Megantoro atau sering disebut Megantara adalah salah satu dhapur adiluhung Nusantara, yang tercatat dalam tradisi sejak Tahun Saka 941 (± 1019 Masehi). Disebutkan bahwa Raja Citrasoma dari Pengging bersama Empu Gandawisesa adalah pihak pertama yang mencipta dan mengenalkan dhapur ini. Lahir pada masa peralihan Hindu–Buddha ke sinkretisme Jawa yang makin matang, sehingga jejak spiritualnya sangat kental.
Nama Megantoro berasal dari dua kata:

Mega = awan, angkasa raya, keluhuran yang tinggi.
Antara = ruang luas, batas yang tak terbatas, penyibak jalan menuju kahyangan.
Maka, Megantoro secara filosofi bermakna melapangkan diri. Ia melambangkan manusia yang berjiwa besar, tidak mudah sempit hati dan mempunyai keluhuran seperti angkasa raya yang tak bertepi.

FILOSOFI DHAPUR MEGANTORO
Dalam pakem Jawa, keris bukan sekadar logam, tetapi piwulang yang dibentuk menjadi bilah.
Megantoro mengajarkan:

✔ Kelapangan Hati

Sebagaimana langit tidak pernah menolak awan, angin, hujan, maupun mentari. manusia pemilik dhapur ini diharapkan memiliki jiwa yang selapang-lapangnya.

✔ Ketinggian Budi

Arah bilah Megantoro yang ramping namun tegas melambangkan arah (orientasi hidup) yang lurus, jernih dan tidak bertentangan dengan nurani.

✔ Kepemimpinan Alami

Empu Gandawisesa merancang dhapur ini untuk tokoh-tokoh Pengging, wilayah yang menjadi tanah kelahiran sosok Jaka Tingkir. Karena itu Megantoro dianggap membawa energi kewibawaan, keselamatan dan daya pengaruh yang kuat.