Tampilkan postingan dengan label jual keris langka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jual keris langka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juni 2021

Keris Kalawijan Luk 27 Pamor Pendaringan Kebak Tangguh Mataram Kuno

 

Keris Kalawijan Luk 27 Pamor Pendaringan Kebak Tangguh Mataram Kuno

Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kolowijan Luk 27
Pamor (motif lipatan besi) : Pedaringan kebak
Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi
Panjang Bilah : 39,8 cm
Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho Kuno
Handle / Gagang : Kayu kemuning Bang Kuno
Pendok : Blewah Surakarta Mamas Kuno
Mendak : Tembaga Hias Permata Sepuh Perak

Colector Item

Barang sama persis seperti foto.

garansi 1000% asli sepuh kuno

Dialih rawatkan (dimaharkan) Keris Kalawijan Luk 27 Pamor Pendaringan Kebak Tangguh Mataram Kuno sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.





Tentang Keris Kalawijan Luk 27 Mataram


KALAWIJAN, pada jaman dahulu merujuk sebutan kepada mereka yang terlahir dalam kekurang-beruntungan atau keterbatasan fisik, seperti bucu (terlahir punggungnya bongkok), wujil cecebolan (orang cebol), bule (albino), jangkung (raksasa) dan yang memiliki ciri fisik berbeda lain. Tuhan itu Maha Adil, bila seseorang memiliki kekurangan, maka Ia akan memberikan suatu “kelebihan” lain yang tidak dimiliki orang biasa. Mereka-mereka ini kemudian diangkat menjadi kelompok abdi dalem pengiring kesayangan (disantuni kerajaan), karena dianggap manjur untuk melindungi Raja.

Bahkan, ada abdi dalem Bupati Nayaka Njawi-Lebet berpangkat Tumenggung yang sengaja ditugaskan oleh Raja untuk menangani persoalan langka ini, seperti mencari orang-orang yang dianggap aneh/tidak normal untuk menjadi klangenan Raja. Ibarat harus keluar masuk hutan, naik turun gunung, dan menyeberangi sungai harus siap sedia. Selain itu juga harus mampu membersihkan tempat-tempat yang dianggap angker dan wingit.

Abdi dalem palawija tak hanya dimiliki raja Jawa yang berkedudukan di dalam istana. Mereka yang berada di luar tembok istana atau berseberangan paham pun memilikinya. Abdi ini menjalani peran yang sama, sebagai pendamping setia. Pangeran Diponegoro pun memiliki dua panakawannya, Roto dan Bantengwareng yang bertubuh cebol, mereka selalu menemani sang Pangeran selama masa perang, penangkapan, hingga masa-masa sulit pembuangan, sampai akhir hayatnya.

Bantengwareng juga berperan sebagai penjaga, pelawak di kala sedih, penasehat, peracik obat, dan penafsir mimpi. Bantengwareng juga memenuhi sumpah setianya hingga mati (teguh pati) untuk mengiringi Diponegoro. Dia meninggal dua tahun setelah wafatnya Sultan Abdulhamid Cokro Amirulmukminin Sayidin Panotogomo Kalifatullah Tanah Jowo.

Kunjungi Juga :

Keris Kalawijan Luk 27 Pamor Pendaringan Kebak Tangguh Mataram Kuno

 

 

 

Jumat, 29 Maret 2019

Pusaka Keris Brojol Pamor Tangkis Sepuh





Pusaka Keris Brojol Pamor Tangkis Sepuh

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol
  • Pamor (motif lipatan besi) : Tangkis 2 sisi bilah beda pamor (pamor wengkon dan sebaliknya pamor kulit semangka)
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Tuban Era Mataram Abad Ke 16 Masehi
  • Panjang Bilah :28,5 cm
  • Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
  • Pendok : Blewah Kuningan Kuno
  • Mendak : Kuiningan
  • Garansi 100 % asli sepuh kuno
  • Kode: K133
  • Mahar  : 1.100.000
  • Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823  
Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
Keris Brojol Pamor Tangkis Sepuh Kuno Keris Brojol Pamor Tangkis Sepuh Kuno Keris Brojol Pamor Tangkis Sepuh Kuno Keris Brojol Pamor Tangkis Sepuh Kuno Keris Brojol Pamor Tangkis Sepuh Kuno

Makna dan Filosofi Keris Pamor Tangkis

Keris dengan pamor yang unik dan jarang ditemui ini memiliki estetika tersendiri. Panamaan dari pamor yang berlainan sisi kiri-kanan dari keris ini sering disebut pamor Tangkis. Satu sisi dari keris ini adalah pamor wengkon, dan sisi sebaliknya terdapat pamor ngulit semongko.
Pamor wengkon atau Tepen adalah nama pamor yang bentuk gambarnya menyerupai bentuk bingkai di sepanjang tepi bilah keris. Pamor Wengkon bisa disebut juga dengan nama pamor Tepen, atau pamor Lis-lisan. Pamor ini tergolong pamor reka yakni pamor yang bentuknya dirancang lebih dahulu oleh empunya. Pamor wengkon dikatakan memiliki tuah untuk membantu pemiliknya menjadi lebih hemat, tahan segala godaan dan manfaat lainnya. Selaras dengan gambar pamor  yang seolah-olah menjadi pagar tepi yang menyimbolkan sebuah pagar diri manusia agar manusia memiliki kontrol diri dari hawa nafsu dan syahwatnya. Sehingga hidupnya akan lebih bijak dan tepat (pener) dalam mengambil keputusan.
Pamor ini tergolong tidak memilih, siapa saja dapat memilikinya. Walaupun tampaknya sederhana, keris dengan pamor Wengkon termasuk sulit dibuat. Hanya empu yang sudah banyak pengalaman akan berhasil membuat pamor Wengkon.
Sedangkan Pamor Ngulit Semangka adalah salah satu motif atau pola gambaran pamor yang mirip dengan kulit buah semangka. Ia tergolong pamor tiban, yakni pamor yang bentuk gambarannya tidak dirancang lebih dahulu oleh sang empu. Sebagian pecinta keris percaya bahwa pamor ini mempunyai tuah yang dapat memperluas pergaulan pemiliknya. Pamor yang tergolong pamor mlumah ini tidak pemilih, bisa cocok untuk dimiliki oleh siapa pun.
Kedua pamor yang menyatu dalam satu bilah di sebelah kiri dan kanan tersebut menjadi sebuah keselarasan yang kuat. Perbedaan pola keduanya menjadi sebutan nama pamor yang dinamakan Pamor Tangkis. Perbedaan yang menyatu tersebut menjadikan nilai esoteri yang sangat kuat. Sehingga banyak orang mempercayai Pamor Tangkis memiliki tuah untuk menyembuhkan penyakit. Lebih luas lagi dari sekedar penyakit fisik, manusia memiliki penyakit secara batiniah yaitu iri, dengki, srei dan segala angkara murkanya. Diharapkan dalam pengisyaratan sebuah pamor keris ini manusia mampu mengalahkan hawa nasunya sendiri dan sifat angkara murkanya. Sehingga dalam hasil panen kehidupannya, kelak akan memanen hasil tanaman yang baik, membahagiakan dan menentramkan jiwa (hidup sentosa).