Tampilkan postingan dengan label keris sengkelat majapahit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keris sengkelat majapahit. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2019

Keris Sengkelat Kuno Luk 13





Keris Sengkelat Kuno Luk 13 Pamor Mubyar

Keris Kyai sengkelat yang sangat gagah berwibawa, memiliki nilai history dan sejarah yang terkenal, banyak para kolektor keris akhirnya kesengsem melihat keris ini. Keris Sengkelat Kuno Luk 13 Pamor Mubyar sendiri mulai populer erat dengan Sunan Kalijaga, karena dijamn dahulu keris ini dimiliki dan kemudian menurun pada raja-raja hingga sekarang ini.
Bahkan dalam acara serah terima jabatan kadang kala dengan ditandai penyerahan keris sengkelat ini, hingga akhirnya kyai sengkelat menjadi simbol kekuatan dan kekuasaan.

Sejarah Keris Sengkelat

 

Kyai Sengkelat adalah keris pusaka luk tiga belas yang diciptakan pada jaman Majapahit (1466 – 1478), yaitu pada masa pemerintahan Prabu Kertabhumi (Brawijaya V) karya Mpu Supa Mandagri.
Mpu Supa adalah salah satu santri Sunan Ampel. Konon bahan untuk membuat Kyai Sengkelat adalah cis, sebuah besi runcing untuk menggiring onta.
Konon, besi itu didapat Sunan Ampel ketika sedang bermunajat. Ketika ditanya besi itu berasal darimana, dijawab lah bahwa besi itu milik Muhammad saw. Maka diberikan lah besi itu kepada Mpu Supa untuk dibuat menjadi sebilah pedang.
Namun sang mpu merasa sayang jika besi tosan aji ini dijadikan pedang, maka dibuatlah menjadi sebilah keris luk tiga belas dan diberi nama Kyai Sengkelat.
Setelah selesai, diserahkannya kepada Sunan Ampel. Sang Sunan menjadi kecewa karena tidak sesuai dengan apa yang dikehendakinya.
Menurutnya, keris merupakan budaya Jawa yang berbau Hindu, seharusnya besi itu dijadikan pedang yang lebih cocok dengan budaya Arab, tempat asal agama Islam. Maka oleh Sunan Ampel disarankan agar Kyai Sengkelat diserahkan kepada Prabu Brawijaya V.

Legenda Keris Sengkelat

 

Ketika Prabu Brawijaya V menerima keris tersebut, sang Prabu menjadi sangat kagum akan kehebatan keris Kyai Sengkelat. Dan akhirnya keris tersebut menjadi salah satu piyandel (maskot) kerajaan dan diberi gelar Kangjeng Kyai Ageng Puworo, mempunyai tempat khusus dalam gudang pusaka keraton.
Pusaka baru itu menjadi sangat terkenal sehingga menarik perhatian Adipati Blambangan. Adipati ini memerintahkan orang kepercayaannya untuk mencuri pusaka tersebut demi kejayaan Blambangan, dan berhasil.
Mpu Supa yang telah mengabdi pada kerajaan Majapahit diberi tugas untuk mencari dan membawa kembali pusaka tersebut ke Majapahit. Dalam menjalankan tugasnya, sang Mpu menyamar sebagai seorang pandai besi yang membuat berbagai alat pertanian dan mengganti namanya menjadi Ki Nambang.
  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13
  • Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Kebak Pamor Putih Mubyar
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 16 masehi
  • Panjang Bilah :39,5 cm ( Keris Yang Corok Panjang)
  • Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras kayu Kemuning Kuno
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning kuno
  • Pendok : Bunton Kuningan Kuno
  • Mendak : Kuningan Lumo
  • Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823 

Minggu, 24 Maret 2019

Keris Parungsari





Keris Parungsari Pamor Wengkon

Mahar : 4.250.000

Keris Parungsari Pamor Wengkon atau Tepen adalah nama pamor yang bentuk gambarnya menyerupai bentuk bingkai di sepanjang tepi bilah keris.
Pamor adalah gambaran tertentu berupa garis, lengkungan, lingkaran, noda, titik, atau belang-belang yang tampak pada permukaan bilah keris.
Motif atau pola gambaran pamor terbentuk pada permukaan bilah keris karena adanya perbedaan warna dan perbedaan nuansa dari bahan-bahan logam yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan keris.
Dengan teknik tempa tertentu, logam bahan baku keris akan menyatu dalam bentuk lapisan-lapisan tipis tetapi bukan melebur satu dengan lainnya.
Karena adanya penyayatan pada permukaan bilah keris itu, gambaran pamor pun akan terbentuk.
Pamor Wengkon bisa disebut juga dengan nama pamor Tepen, atau pamor Lis-lisan.
Pamor ini tergolong pamor rekan yakni pamor yang bentuknya dirancang lebih dahulu oleh empunya.
Dari cara pembuatannya, pamor Wengkon ada dua macam, yaitu yang pamor mlumah dan pamor miring.
Pamor wengkon dikatakan memiliki tuah untuk membantu pemiliknya menjadi lebih hemat, tahan segala godaan dan manfaat lainnya.
Pamor ini tergolong tidak memilih, siapa saja dapat memilikinya.

Tentang Pamor Wengkon

Walaupun tampaknya sederhana, keris dengan pamor Wengkon termasuk sulit dibuat.
Hanya empu yang sudah banyak pengalaman akan berhasil membuat pamor Wengkon, yaitu garis Wengkon yang berjarak tetap (konstan) dengan garis tepi bilah
  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Parungsari Luk 13
  • Pamor (motif lipatan besi) : Wengkon (pamor yang sangat sulit dibuat) besi keris sangat padat pulen serta garap keris istimewa.
  • (terdapat pamor telaga membleng di bagian pejetan
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Amangkurat II
  • Panjang Bilah : 36,2 cm
  • Pesi Panjang Utuh
  • Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Songgo Langit Kuno
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Kuno
  • Pendok : Bunton Solo Cukir ukiran kuningan
  • Mendak: Perak Kuno
  • Informasi dan Pemesanan hubungi  0822-3591-7823
Keris sepuh kuno dengan ricikan jelas dan sangat utuh,, kembang kacang masih gelung wayang. besi padat tempaan matang istimewa.

Keris Sengkelat Kenongo Ginubah Garap Alus





  • Deskripsi

    Keris Sengkelat Kenongo Ginubah Garap Alus

    Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat Luk 13
    Pamor (motif lipatan besi) : Kenongo Ginubah
    Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : STW
    Panjang Bilah :35 cm
    Warangka : Ladrang Ukiran Ular Kayu sawo
    Handle / Gagang : kemuning kuno
    Pendok : -
    Mendak : kuningan
    Mahar  : 1.100.000
    Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823
     
    Stok terbatas hanya ada 1

    Keris sangat terawat dan masih utuh. sangat layak untuk dikoleksi.