Keris Jalak Dinding
Mahar : 850.000
Keris Jalak Dinding, disebut juga Jalak Dingin, adalah salah satu
bentuk dapur keris yang bilahnya lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang.
Keris ini memakai gusen, pejetan dan tingil. Selain itu tidak ada lagi
ricikan lainnya.
Sepintas keris ini mirip sekali dengan keris ber-dapur Tilam Sari.
Bedanya hanya terletak pada gusen yang ada di sepanjang sisi bilah.
Keris pusaka Keraton KesultananYogyakarta, yaitu Kanjeng Kyai Ageng Jaka
Piturun, menurut catatan pihak keraton juga ber-dapur Jalak Dinding.
- Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Dinding
- Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka
- Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi
- Panjang Bilah :30 cm
- Warangka : Ladrang Iras Surakarta Kayu Trembalo Kuno Bwaan Bilah
- Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
- Pendok : Blewah Kuningan Kuno
- Mendak : Kuningan
- Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823
Keris adalah warisan budaya adi luhung yang harus kita jaga dan dirawat
Sebagai generasi penerus tentu harus bangga terhadap warisan budaya yang telah di akui dunia.
Mari Kita cinta Budaya Negeri sendiri
Keris Tangguh Mataram
Pada umumnya, keris mataram terbagi menjadi tiga dengan ciri khas
masing-masing. Tiga macam keris tangguh mataram yaitu keris mataram
Senopaten, keris mataram Sultan Agung, dan keris mataram Amangkuratan.
Perbedaan ciri khas yang pertama dilihat dari pasikutannya.
Pasikutan keris mataram senopati yaitu prigel dan sereg, mataram
sultan agung yaitu serasi dan enak dilihat, sedangkan mataram
amangkuratan yaitu galak.
Kedua, dilihat dari besinya, keris mataram senopati memakai hitam
kebiruan, sedangkan keris mataram sultan agung dan amangkuratan besinya
mentah, tidak begitu baik dalam proses tempaan. Ketiga, pamor dari
mataram senopaten yaitu pandes lan ngrawat, mataram sultan agung yaitu
mubyar, sedangkan pamor dari mataram amangkuratan yaitu tangguh.