Tampilkan postingan dengan label Keris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keris. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Juni 2021

Keris TUS Sengkelat Luk 13 Pamor Wahyu Tumurun Tangguh Mataram

 

Keris TUS Sengkelat Luk 13 Pamor Wahyu Tumurun Tangguh Mataram

– Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Sengkelat
– Pamor (motif lipatan besi) : Wahyu Tumurun
– Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Abad Ke 17 Masehi
– Panjang Bilah : 34,8 cm
– Warangka : Branggah Jogjakarta Kayu Timoho
– Handle / Gagang : Kayu Songgo Langit Kuno
– Pendok : Bunton Slorok Tembaga Kuno
– Mendak : Perak Hias Permata Kuno

Dialih rawatkan (dimaharkan) Keris Warisan Sengkelat Luk 13 Pamor Wahyu Tumurun Tangguh Mataram Abad XVII Sepuh sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.





Dhapur Sengkelat
Dhapur ini memiliki makna simbolik tentang kestabilan atau penjagaan kaitannya dengan kebijaksanaan dan ketulusan. Nilai pendidikan karakter dhapur ini yaitu seperti pada pilar ke-2; tanggung jawab, disiplin, pilar ke-3 amanah, ke-8; baik dan rendah hati.


Keris Luk Tiga Belas
Keris ini memiliki makna simbolik tentang stabilitas baik lahir maupun batin. Nilai pendidikan karakter dalam keris ini yaitu seperti pada pilar ke-8; baik dan rendah hati. Ketika telah meraih kemapaman harus dijaga dengan sikap rendah hati.

Kunjungi Juga :

Keris TUS Sengkelat Luk 13 Pamor Wahyu Tumurun Tangguh Mataram

 

 

Jumat, 29 Maret 2019

Keris Tirto Tumetes





Pamor Keris Tirto Tumetes

Mahar  : 2.555.000

Keris Tirto Tumetes adalah penggambaran pada pamor keris yang membentuk tetesan air, jika di lihat dari pangkal sampai ujung keris, gambar pamor terlihat pola tetesan air.
Filosofi pamor tirto tumetes, air sebagai sumber kehidupan, bahwa manusia tidak akan bisa hidup tanpa air. Tetesan air yang tergambar ini menandakan tiada pernah habis umber kehidupannya.
Tuah keris dipercaya sebagai sarana mendatangkan kerejekian, ketentraman dalam hidup dan lain sebagainya.



  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih
  • Pamor (motif lipatan besi) : Tirto Tumetes pamor langka (besi padat lumer istimewa)
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Pajajaran Abad Ke 14 Masehi
  • Panjang Bilah : 36 cm
  • Warangka : Gayaman SUrakarta Kayu Trembalo Kuno
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang kuno
  • Pendok : Bunton Kuningan Cukit Alusan
  • Mendak : Perunggu Kuno
  • Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823
Keris adalah warisan budaya adi luhung yang harus kita jaga dan dirawat

Keris Majapahit Janur Sinebit





Keris Majapahit Janur Sinebit

Mahar  : 3.555.000

Keris Majapahit Janur Sinebit adalah salah satu jenis keris yang sudah sangat tua sekali, pamor yang terdapat juga tergolong langka, karena pada jaman tersebut tentunya peradaban masih sangat terbatas.
Tekhnologi belum berkembang seperti jaman yang lebih muda, sehingga munculnya keris seperti ini sangat jarang sekali dan layak dikoleksi.



  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Carubuk Luk 7
  • Pamor (motif lipatan besi) : Janur Sinebit (pamor langka)
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Abad Ke 13 Masehi
  • Panjang Bilah : 35 cm
  • Warangka : Gayaman Surakarta Gandar Iras Kayu Trembalo Kuno Original bawaan Bilah
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang kuno Bawaan Bilah
  • Pendok : Blewah motif pangeran kuno
  • Mendak : Perunggu Kuno
  • Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823
Keris adalah warisan budaya adi luhung yang harus kita jaga dan dirawat
Sebagai generasi penerus tentu harus bangga terhadap warisan budaya yang telah di akui dunia.
Mari Kita cinta Budaya Negeri sendiri

Keris Tangguh Majapahit

 

Berdasarkan pakem jawa, keris tangguh majapahit berkisar antara tahun 1294-1474. Keunggulan dari keris ini terletak pada bagian tempanya, yaitu proses penempaan hingga berkali-kali. Oleh karena itu, banyak orang menyebut bahwa keris majapahit tidak mudah berkarat. Berikut adalah ciri khas keris tangguh majapahit
  • Bilahnya kecil dan ramping
  • Sirah cecaknya pendek dan runcing
  • Besi yang dipakai tergolong berat dan berwarna hitam agak biru atau ungu
  • Pasikutannya wingit
  • Pamor ngrambut beserat namun nyeprit (sedikit)
  • Biasanya terdapat lubang cacing atau unthuk cacing
  • Lekukannnya tidak begitu padat
  • Tantingannya tergolong ringan karena ukuran bilahnya yang ramping

Rabu, 27 Maret 2019

Keris Tilam Majapahit





Keris Tilam Majapahit

Jejak Peninggalan peradaban dijaman dahulu masih sangat nampak jelas hingga kini, mulai dari relief candi hingga Keris Tilam Majapahit ini.
Banyak kisah yang dituliskan tentang kerajaan majapahit ini, mulai dari buku hingga dibuatnya sebuah film.
Keris juga sebagai simbol budaya sekaligus pertanda peradaban di masa itu, bahwa pada jaman yang beratus-ratus tahun silam orang sudah mampu membuat sebuah senjata dan pusaka dengan menggunakan material campuran dengan tekhnik tempa.
Tidak hanya sekedar sebagai senjata, atau alat bertahan hidup, keris lebih dari itu karena dianggap sebagai pusaka dengan banyak sekali filosofi terkandung didalamnya.
Keris lurus misalnya, mengandung makna akan hubungan vertikal manusia dengan Sang Khaliq, manusia senantiasa untuk selalu ingat menyembah dan berbuat baik dan tidak terlena dengan segala yang ada di dunia.
Berbeda halnya untuk keris lurus yang filosofinya untuk hubungan horisontal manusia dengan hamba lainnya.



  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Upih
  • Pamor (motif lipatan besi) : Beras Wutah Ceprit
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit Abad Ke 13 Masehi
  • Panjang Bilah : 32,2 cm
  • pesi masih utuh panjang original tidak sambungan
  • Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Nginden Gandar Iras Kuno
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
  • Pendok : Blewah Kuningan Lasa Kuno
  • Mendak : Perunggu Kuno
  • 100% Keris asli majapahit tus. dengan ciri ciri keris ringan besi padat dan licin
  • Informasi dan Pemesanan hubungi  0822-3591-7823

Keris Favorit Jalak Sangu Tumpeng Kuno





Keris Favorit Jalak Sangu Tumpeng

Mahar : 1.555.000

JST adalah singkatan dari Jalak Sangu Tumpeng sebuah keris pusaka dari dapur lurus namun banyak diminati para penggemar tosan aji, karena nama dan filosofi yang terkandung didalamnya memang sangat dalam.


  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Jalak Sangu Tumpeng
  • Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka (pamor gonjo maskumambang)
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram Senopati Abad Ke 16
  • Panjang Bilah : 32,2 cm
  • pesi masih utuh panjang original tidak sambungan
  • Warangka : Ladrang Surakarta Kayu Trembalo Gandar Iras Tidak Sambungan Original Bawaan Bilah
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning Kuno Bawaan Bilah
  • Pendok : Blewah Kuningan Kuno
  • Mendak: Kuningan
  • Informasi dan Pemesanan hubungi  0822-3591-7823

Selasa, 26 Maret 2019

Keris Pamengkang Jagad




  • Deskripsi

    Keris Pusaka Pamengkang Jagad Berlubang Asli
    Mahar  : 3.500.000


    Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Brojol Gonjo Iras (pamengkang jagad ori)
    Pamor (motif lipatan besi) : Kulit Semangka Full Bilah
    Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Mataram
    Panjang Bilah : 33 cm
    pesi utuh masih panjang original
    Warangka : Gayaman Jogja Kayu Awar Awar
    Handle / Gagang : Kayu Sono Keling
    Pendok : Bunton Slorok Jogja Kuningan
    Mendak: Model Jogjakarta Bahan Kuningan

    Barang hanya ada 1 sama seperti foto.
    Foto tanpa edit apa adanya ,

    Informasi dan Pemesanan hubungi  0822-3591-7823

    Keris Pamengkang Jagad Asli Original Langka paling dicari

Keris Pusaka Kala Bendu Tangguh Majapahit Sepuh Kuno





  • Deskripsi

    Keris Pusaka Kala Bendu Tangguh Majapahit Sepuh Kuno
    Mahar : 3.755.000
     
    Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Kolobendu (dhapur langka)
    Pamor (motif lipatan besi) : Keleng (besi padat pulen) khas majapahit
    Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Majapahit
    Panjang Bilah : 33 cm
    pesi utuh masih panjang original
    Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Timoho
    Handle / Gagang : Kayu Kemuning Bang Kuno
    Pendok : Blewah Bahan Mamas Kuno
    Mendak: Perunggu Kuno

    Barang hanya ada 1 sama seperti foto.
    Foto tanpa edit apa adanya ,



    Informasi dan Pemesanan hubungi  0822-3591-7823

    Keris asli kuno dengan dhapur yang langka

Keris Hamengkubuwono HB VII





Pusaka Keris HB Hamengkubuwono VII Pamor Tambal Wengkon

Mahar  : 15.500.000

 

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Tilam Sari
  • Pamor (motif lipatan besi) : Tambal Wengkon
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : HB VII / Hamengkubuwono ke-7 (Nom-noman)
  • Panjang Bilah : 35 cm
  • Pesi Utuh Masih Panjang Original
  • Warangka : Gayaman Jogja Kayu Timoho
  • Handle / Gagang : Kayu Timoho
  • Pendok : Bunton Slorok Jogja Tembaga
  • Mendak: Model Jogjakarta Bahan Perunggu Kuno
  • Kode: K163
  • Informasi dan Pemesanan hubungi  0822-3591-7823
Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
Keris HB Hamengkubuwono VII Pamor Tambal Wengkon Keris HB Hamengkubuwono VII Pamor Tambal Wengkon
Keris HB Hamengkubuwono VII Pamor Tambal Wengkon

Keistimewaan Pusaka Keris HB Hamengkubuwono VII Pamor Tambal Wengkon

Keris Pamor Tambal Wengkon

Pamor ini merupakan perpaduan dari 2 pamor dalam satu bilah keris. Yaitu pamor Wengkon dengan Pamor Tambal di tengahnya.
Pamor Wengkon adalah pamor berupa garis yang melingkupi tepi bilah keris. Seperti frame. Sedangkan pamor Tambal adalah pamor seperti tambalan di tengah-tengah bilah keris yang jumlahnya bervariasi dari 5,6,7, dst.
Pamor Wengkon ini perlambang perlindungan, atau melindungi. Bisa saja diartikan kita sebagai pemilik pusaka harus mampu melindungi diri, keluarga dan lingkungan sekitar kita dari hal2 yang kurang baik atau yang tidak diinginkan. Hidup ini terdapat paugeran, norma-norma yang merupakan aturan-aturan lainnya, disitulah kita berada.
Ada frame yang perlu kita ikuti agar kita bisa terlindung dari sesuatu yang tidak diinginkan. Tetapi kita tidak bisa begitu saja melindungi tanpa menutupi segala kekurangan yang ada. Tambal maknanya menutupi sesuatu yang lubang. Diartikan kelemahan-kelemahan dalam diri kita. Jika kita bisa menutup kelemahan-kelemahan yang ada pada diri kita, maka kita juga akan terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Misalnya, kita memiliki kelemahan iman, kelemahan pemahaman, dan kelemahan lainnya, maka jika kita bisa menambal, menutupi kelemahan itu dengan cara belajar, maka kita akan lebih mampu melindungi kita terhadap godaan-godaan dari luar.
Pamor Tambal Wengkon juga dipercaya memiliki banyak kandungan tuahnya yaitu sebagai sarana perlindungan, keselamatan diri dan keluarga dari segala hal yang tidak diinginkan, bagus untuk bersosial kepada masyarakat karena sifatnya yang mampu membuat citra baik dan menutupi kekurangan diri. Keris ini juga banyak diburu oleh mereka yang sedang mencarti citra baik dan konon juga banyak digunakan untuk orang yang banyak hutang dan sedang terlilit masalah.
Keris HB Hamengkubuwono VII Pamor Tambal Wengkon Keris HB Hamengkubuwono VII Pamor Tambal Wengkon

Keris Dhapur Tilam Sari

Tilam Sari adalah salah satu bentuk Dhapur keris lurus yang cukup banyak dijumpai di Pulau Jawa. Bentuk keris itu sangat serupa dengan keris dhapur Tilam Upih. Ricikan-nya adalah: Gandik Polos berukuran normal, tikel alis, pejetan, sraweyan, dan thingil berbentuk ri pandan. Menurut cerita pitutur lisan, salah satu wali-sanga, yaitu Kanjeng Sunan Kalijaga pernah menyarankan kepada pengikut-pengikut beliau, bahwa keris pusaka pertama yang harus dimiliki adalah keris dengan dapur Tilam Upih kemudian pasangannya adalah Tilam Sari. Menurut beliau keris dengan dapur ini, bisa menjadi pengikut/teman yang setia disaat suka maupun duka, disaat prihatin dan disaat jaya.
Tilam yang dalam terminologi Jawa berarti tikar yang terbuat dari anyaman daun untuk alas tidur, diistilahkan sebagai kondisi sedang tirakat/prihatin, masih tidur dengan alas yang keras, belum dengan alas yang empuk. Sedangkan Sari berarti kembang yang mempunyai filosofi luhur lambang rasa bakti terhadap orang tua, kemulyaan hidup dan keharuman nama.
Para orang tua jaman dahulu biasanya secara turun temurun memberikan anaknya yang menikah dengan keris dhapur tilam upih atau tilam sari, yang artinya mengingatkan sebuah tujuan hanya bisa dicapai dengan laku prihatin (tirakat) dan doa. Hakekat dan tujuan dari laku prihatin (tirakat) dan doa adalah usaha untuk menjaga agar kehidupan manusia selalu ‘keberkahan’, kesejahteraan lahiriah maupun batin, selamat dan sejahtera dalam lindungan Tuhan, agar dihindarkan dari kesulitan-kesulitan dan terkabul keinginan-keinginannya. Yang membuat orang berhasil mencapai tujuannya dengan menjalankan suatu laku prihatin (tirakat) adalah bukan semata-mata karena bentuk laku-nya, melainkan karena mereka akan tetap bijaksana dalam menjaga hal-hal yang positif dan menjauhi hal-hal yang bersifat negatif, sehingga segala sesuatu yang dikerjakan akan terkondisi pada arah yang benar untuk tercapainya tujuan, dan tentu saja doa adalah kendaraan yang mempercepat.
Keris HB Hamengkubuwono VII Pamor Tambal Wengkon Keris HB Hamengkubuwono VII Pamor Tambal Wengkon

Keris Tangguh Hamengkubuwono

Ciri khas keris Hamengku Buwanan atau keris Ngayogyakarta itu prasaja dan mrabu. Sederhana, tidak gemerlap akan tetapi berwibawa dan memancarkan sifat raja. Keris Tangguh Yogyakarta atau Keris Tangguh Hamengkubuwono sering disebut dengan sebutan keris HB, HB merupakan singkatan dari Hamengkubuwono.
Sumber lain juga menyebutkan bahwa Tangguh Yogyakarta agak mirip dengan tangguh Majapahit. Pasikutannya wingit danprigel. Besinya lumer (halus rabaannya) dan berkesan ‘kering’, warnanya agak biru. Menancapnya pamor pada bilah pandes lan ngawat (kokoh dan serupa kawat), sebagian pamor itu mrambut. Panjang bilahnya berukuran sedang, makin ke atas makin ramping hingga berkesan meruncing. Luknya tidak begitu rapat, Gandiknya miring dan agak pendek.