Tampilkan postingan dengan label ciri khas keris majapahit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ciri khas keris majapahit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Maret 2019

Keris Kuno Pajajaran





Keris Kuno Jaman Pajajaran Asli

Dimaharkan : 3.400.000

Karakteristik setiap keris dari masa ke masa tidaklah sama, mulai dari material besi hingga gaya dan pasikutan itu sendiri, hal itulah yang menjadi acuan pembeda perkiraan jaman pembuatan atau Tangguh. Seperti Keris Kuno Jaman Pajajaran contohnya.
Keris buatan jaman kerajaan Padjajaran sendiri memiliki gaya yang berbeda dengan keris dijaman lainnya. Usia yang sudah hampir mencapai 1000 tahun menjadikan keris ini memiliki nilai tersendiri.
Bahkan beberapa kalangan rela mengeluarkan kocek berlebih untuk mendapatkan koleksi pusaka dengan kriteria tangguh tertentu.
Semakin tua usia keris tersebut akan semakin menambah nilai tersendiri, bisa dibayangkan dimasa-masa terdahulu. 1000 tahun lalu belum ada sebuah peradaban namun sudah mampu membuat keris yang begitu indah dan bahkan belum ada tekhnologi sekarang yang mampu menandingi.

Ciri – ciri Keris Tangguh Padjajaran

 

 

Namanya diambil dari nama kerajaan yang pernah berdiri di Jawa Barat dari abad ke 11 hingga 16 masehi. Kerajaan ini pada akhirnya musnah karena diserang oleh kesultanan Banten. Keris tangguh padjajaran biasanya berciri-ciri
  • Pasikutannya kaku dan kasar
  • Besi yang digunakan keputih-putihan
  • Posisi pamor pada bilah keris termasuk kokoh dan halus
  • Bilah tergolong panjang dengan ukuran kurang lebih 30 cm
  • Gandiknya miring dan panjang
  • Sirah cecaknya sama seperti tangguh singosari, lonjong memanjang
  • Dhapur yang seing dipakai seperti Tilam Upih dan Sujen Ampel

Penjelasan Keris Kuno

  • Dapur / bentuk / model / Nama : Keris sempono luk 9
  • Tangguh / perkiraan jaman pembuatan : Kerajaan Padjajaran sepuh abad 11
  • Pamor / motif / pola lipatan besi : pedaringan kebak nggajih
  • Panjang: 35 Cm
  • Warangka / sarung keris : Gayaman solo gandar iras kayu jati kuno
  • Pendok kuningan kuno
  • Mendak kuningan kuno
  • Handle kayu kemuning bang kuno
Filosofi keris dengan pamor pedaringan kebak melambangkan lumbung yang penuh dengan hasil panen, harapannya rejeki pemilik keris ini akan terus penuh tanpa kekurangan.
Di sisi lain keris dengan tangguh sepuh memiliki energi yang semakin kuat sehingga banyak dicari mereka yang suka memiliki keris berkekuatan tinggi.
Cara merawat keris ini dengan mengoleskan minyak disetiap 35 hari sekali, agar lebih awet dan tidak mudah keropos.
  • Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823 
Gambar Keris Kuno Jaman Pajajaran


Rabu, 27 Maret 2019

Keris Pulanggeni Sedayu





Keris Peninggalan Sedayu Keleng Hurap

Mahar : 3.500.000

Salah satu benda peninggalan sejarah dari kerajaan sedayu yang sudah banyak dicari adalah Keris Peninggalan Sedayu.
Pada masa dahulu kala itu, keris yang dibuat memiliki kualitas tinggi, baik dari segi penempaan maupun dari bahan besinya,
Asal- usul Sidayu memiliki banyak cerita, diantaranya ialah berasal dari cerita Empu Supa, pada suatu ketika, Raja Blambangan memerintahkan orang suruhannya mencuri salah satu pusaka kerajaan Majapahit. Pusaka itu berupa keris yang diberi nama Sumelang Gandring. Raja Majapahit tersebut lantas membuat sandiwara, “ Barang siapa berhasil mendapatkan keris Sumelang Gandring tersebut, maka ia akan mendapatkan hadiah berupa lahan hutan yang lokasinya terletak antara Tuban dan Grissee “. Maka berlomba- lombalah para pendekar untuk memperebutkan hadiah tersebut, satu persatu mereka gagal. Hutan Blambangan terlalu ganas untuk mereka tempuh, belum lagi kesaktian rajanya. Jadi untuk mendapatkan kembali keris pusaka kerajaan tersebut impossible.
Tetapi ada seorang pembuat keris yang sakti. Namanya Empu Supa, dialah yang membuat pusaka- pusaka bagi Giri Kedaton. Ia mencoba mengikuti sayembara itu, bukan semata-mata untuk menginginkan door price yang dijanjikan oleh raja Majapahit tersebut. Namun niatnya benar- benar tulus bahwa ia memang ingin menunjukkan pengabdiannya pada kerajaan Majapahit. Sayang tidak ada yang mengetahui bagaimana Empu Supa bisa menembus Kraton Blambangan, yang jelas sesuai deadline ia berhasil membawa kembali keris Sumelang Gandring itu dan mempersembahkan pada rajanya.
Raja Majapahit itu memenuhi janjinya, ia memberikan sebidang lahan hutan yang terletak antara Tuban dan Grissee. Kemudian bersama para pengikutnya Empu Supa pun mulai mbabat alas wilayah itu. Dan lahan hutan yang di babat oleh Empu Supa itulah yang kelak menjadi sebuah wilayah yang diberi nama Sidayu.



Keris Tangguh Sidayu

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pulanggeni Luk 5
  • Pamor (motif lipatan besi) : Keleng besi hijau (hurap dom kecer pasir emas)
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Sendang Sedayu Majapahit
  • Panjang Bilah : 31,3 cm
  • pesi masih utuh panjang original tidak sambungan
  • Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Cendana Wangi Ntt Gandar Iras
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning emas unyeng unyeng serat nyutro
  • Pendok : Blewah Kuningan Mamas Kuno Ukiran Lung Lungan
  • Mendak: Perak Kuno
  • Informasi dan Pemesanan hubungi  0822-3591-7823
Keris sedayu terkenal dengan ratusan ribu lipatan tempa sehingga keris terlihat berserat serat seperti ribuan jarum berjejer jejer. Keris tangguh ini sangat jarang dan langka.