Tampilkan postingan dengan label jenis pesi keris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenis pesi keris. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Maret 2019

Keris Paksi Dewata Pamor Melati





Pusaka Keris Paksi Dewata Pamor Melati

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Paksi Dewata (Kontemporer)
  • Pamor (motif lipatan besi) : Melati Tumpuk
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Kamardikan Alusan
  • Panjang Bilah : 33 cm
  • Warangka : Gayaman Jogja Kayu Jati
  • Handle / Gagang : Kayu Sono Keling
  • Pendok : Kuningan
  • Mendak : Kuningan
  • Kode: K162
  • Mahar  : 1.250.000
  • Informasi dan pemesanan hubungi : 0822-3591-7823 
Dialih rawatkan (dimaharkan) sesuai dengan foto dan deskripsi yang tertera.
Keris Paksi Dewata Pamor Melati Tumpuk Keris Paksi Dewata Pamor Melati Tumpuk Keris Paksi Dewata Pamor Melati Tumpuk

Ulasan Tentang Pusaka Keris Paksi Dewata Pamor Melati

Paksi Dewata, Istilah Paksi secara harfiah adalah bahasa jawa untuk burung garuda, sementara dewata yaitu dewa, sehingga istilah Keris Paksi Dewata bisa dikatakan keris dengan dapur burung tunggangan para dewa. Dibalik kemegahan namanya tersimpan pesan adiluhung dan sarat makna.
Pada bagian gandik (muka), terdapat ganan (stilasi makhluk hidup) berupa Paksi (Burung Garuda) mengenakan kelengkapan topong (mahkota). Lekukan sekar kacang-nya mencerminkan paruh sang garuda itu sendiri yang bengkok hampir mengenai dadanya menggambarkan sosok sesepuh, dengan bentuk jalen dan lambe gajah yang dibuat lebih besar dari rata-rata ricikan keris pada umumnya seolah menggambarkan sang garuda yang tegap penuh percaya diri menambah aura kegagahan seorang kesatriya. Tak ketinggalan bola mata yang terpahat tajam dan ‘hidup’ mengisi jiwa pusaka ini. Bentuk yang tidak umum ini justru menjelaskan bahwa keris ini memang dari awal dibabar atau disiapkan untuk dhapur ganan, bukan sengaja dari dhapur biasa untuk kemudian disusulkan atau diowahi menjadi dhapur baru untuk tujuan tertentu.
Mahkota adalah sebagai simbol seorang Raja/pemimpin karena raja tanpa mahkota tentu bukan seorang Raja. Mata yang menatap tajam dimaknai bahwa sebagai seorang raja/pemimpin harus memiliki ketajaman penglihatan, pengamatan dan penghayatan. Ketajaman penglihatan ini menuntun seorang raja/pemimpin untuk dekat dengan Tuhan, dekat dengan rakyat dan dekat dengan hati nuraninya sendiri sehingga akan menuntun dirinya dalam memimpin rakyat atas dasar nilai Ketuhanan yang ia miliki, karena bagaimanapun suara rakyat adalah suara Tuhan. Memberikan sebuah pesan bahwa gelar, jabatan, harta benda ataupun hal lain yang dimiliki semua adalah titipan Tuhan, yang sewaktu-waktu bisa diambil.
KIAI PANGIJAB, bahwa dirinya telah diijab-kabulkan untuk (kepentingan) masyarakat, bangsa dan negara. Harapan pada sebilah keris Paksi Dewata ini untuk seorang Pemimpin : memiliki pandangan dan visi jauh ke depan (visioner), fokus, terarah dan konsisten seperti Peksi siap lahir batin untuk terbang tinggi menyibak badai yang menerpa. Sang pelindung yang lemah, disegani lawan, berwibawa dan adaptif seperti Naga pemimpin sejati. Berkarakter penuh kebaikan, bisa memberi tauladan, pembelajaran dan pencerahan kepada masyarakat, serta tidak pernah lupa pada rakyatnya bagaikan makna Liman dalam kearifan lokal budaya kita.
Keris Paksi Dewata Pamor Melati Tumpuk Keris Paksi Dewata Pamor Melati Tumpuk

Filosofi Pamor Melati

Melati adalah bunga yang berukuran kecil namun harumnya semerbak. Melati yang berwarna putih melambangkan kesucian diri, bahwa menjadi seorang pemimpin haruslah menjaga dirinya tetap baik perbuatan dan tingkah lakunya. Secara otomatis, jika seorang pemimpin itu baik, maka jasa-jasanya akan membuat harum namanya, hingga dikenang sepanjang masa.
Pamor melati tumpuk juga dipercaya memiliki tuah untuk sarana pengasihan. Sangat cocok untuk seorang pemimpin supaya disukai dan didukung banyak orang-orang disekitarnya.

Rabu, 27 Maret 2019

Keris Pulanggeni Sedayu





Keris Peninggalan Sedayu Keleng Hurap

Mahar : 3.500.000

Salah satu benda peninggalan sejarah dari kerajaan sedayu yang sudah banyak dicari adalah Keris Peninggalan Sedayu.
Pada masa dahulu kala itu, keris yang dibuat memiliki kualitas tinggi, baik dari segi penempaan maupun dari bahan besinya,
Asal- usul Sidayu memiliki banyak cerita, diantaranya ialah berasal dari cerita Empu Supa, pada suatu ketika, Raja Blambangan memerintahkan orang suruhannya mencuri salah satu pusaka kerajaan Majapahit. Pusaka itu berupa keris yang diberi nama Sumelang Gandring. Raja Majapahit tersebut lantas membuat sandiwara, “ Barang siapa berhasil mendapatkan keris Sumelang Gandring tersebut, maka ia akan mendapatkan hadiah berupa lahan hutan yang lokasinya terletak antara Tuban dan Grissee “. Maka berlomba- lombalah para pendekar untuk memperebutkan hadiah tersebut, satu persatu mereka gagal. Hutan Blambangan terlalu ganas untuk mereka tempuh, belum lagi kesaktian rajanya. Jadi untuk mendapatkan kembali keris pusaka kerajaan tersebut impossible.
Tetapi ada seorang pembuat keris yang sakti. Namanya Empu Supa, dialah yang membuat pusaka- pusaka bagi Giri Kedaton. Ia mencoba mengikuti sayembara itu, bukan semata-mata untuk menginginkan door price yang dijanjikan oleh raja Majapahit tersebut. Namun niatnya benar- benar tulus bahwa ia memang ingin menunjukkan pengabdiannya pada kerajaan Majapahit. Sayang tidak ada yang mengetahui bagaimana Empu Supa bisa menembus Kraton Blambangan, yang jelas sesuai deadline ia berhasil membawa kembali keris Sumelang Gandring itu dan mempersembahkan pada rajanya.
Raja Majapahit itu memenuhi janjinya, ia memberikan sebidang lahan hutan yang terletak antara Tuban dan Grissee. Kemudian bersama para pengikutnya Empu Supa pun mulai mbabat alas wilayah itu. Dan lahan hutan yang di babat oleh Empu Supa itulah yang kelak menjadi sebuah wilayah yang diberi nama Sidayu.



Keris Tangguh Sidayu

  • Dhapur Keris (jenis bentuk keris) : Pulanggeni Luk 5
  • Pamor (motif lipatan besi) : Keleng besi hijau (hurap dom kecer pasir emas)
  • Tangguh (perkiraan masa pembuatan) : Sendang Sedayu Majapahit
  • Panjang Bilah : 31,3 cm
  • pesi masih utuh panjang original tidak sambungan
  • Warangka : Gayaman Surakarta Kayu Cendana Wangi Ntt Gandar Iras
  • Handle / Gagang : Kayu Kemuning emas unyeng unyeng serat nyutro
  • Pendok : Blewah Kuningan Mamas Kuno Ukiran Lung Lungan
  • Mendak: Perak Kuno
  • Informasi dan Pemesanan hubungi  0822-3591-7823
Keris sedayu terkenal dengan ratusan ribu lipatan tempa sehingga keris terlihat berserat serat seperti ribuan jarum berjejer jejer. Keris tangguh ini sangat jarang dan langka.